Dodo dan Syamil

Salah satu film kartun anak-anak yang bagus banget itu Dodo dan Syamil (lupa judul aslinya apa, ingetnya tokohnya aja).  Misal, dalam salah satu episode, Syamil dan Dodo kejar-kejaran ke kuburan, kemudian ngg sengaja ketemu rombongan yang sedang menguburkan anak kecil. (Agak lupa dialognya, intinya sbb)

Dalam film itu Dodo bertanya ke seorang Kakek tua yang ada di rombongan itu

Dodo : Innalillahi wainna ilaihi roojiun, Kek, siapakah yang meninggal?

Kakek : Itu cucu Kakek nak

Dodo : Astaghfirullah, kok cucu Kakek meninggal duluan Kek?

Disinilah masuk pesan film kartun ini

Kakek : Nak, ajal itu tidak mengenal usia, kadang masih kecil sudah kembali, kadang masih muda, kadang sudah usia seperti Kakek. Tidak selalu yang tua yang meninggal terlebih dahulu.

Dodo : Oh gitu ya Kek.


Ingat waktu itu nonton ini bareng Zaki dan Hilwa, mereka ngangguk-ngangguk.

Zaki   : Berarti Zaki bisa meninggal lebih dahulu dari Ayah ya?

Saya   : Iya,semua sudah ditentukan…


 

Usia kita semua sudah ditentukan 50 rb tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.  Umur kita tidak bisa memanjang, seperti nyanyian saat ada perayaan ulaang tahun. Yang bisa adalah memperbanyak amal sholeh yang dampaknya melampaui usia kita. Misal, di kantor ada sistem yang buruk, kemudian kita mengubahnya, maka amal sholeh kita tetap ada selama perubahan itu tetap bertahan, dan mungkin saja melampaui usia biologis kita.

Banyak tokoh-tokoh besar seperti misalnya Imam Nawawi yang usianya hanya mencapai 40 tahun, namun usia kebaiakannya jauh melampaui usia biologisnya dengan karya-karyanya yang luar biasa melintasi milenia.

Itulah sebabnya saya suka menulis di blog, dalam usaha agar  usia kebaikan bisa melampaui usia saya, walau secara bakat, menulis bukanlah keahlian saya (keliatan kan kualitas tulisan saya, hehehe) , namun yang terpenting keep writing, keep sharing…


Ditulis dalam sedih pada perjalanan Gambir – Pekalongan, bertakziah ke keponakan saya Hafhshah yang kembali kepangkuan-Nya kemarin siang. Innalillahi wainna ilaihi roojiun, semoga Umi dan Abi Hafshah chan diberi kesabaran dalam menerima ketentuan ini dan kelak bertemu di Jannah-Nya. Aamiin YRA.

 

 

 

Advertisements

Inpassing ke Fungsional Yuks, Sharing Pengalaman Inpassing Ke Analis Kebijakan

Inpassing atau penyesuaian sesuai PermenPAN No 2 tahun 2016 adalah proses pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional guna memenuhi kebutuhan organisasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dalam jangka waktu tertentu. Gampangnya begini, misalnya kita bekerja sebagai Analis Harga dan Subsidi Bahan Bakar selama 12 tahun, which is jabatan struktural dengan grade terendah yaitu 7. Kita dimungkinkan menyesuaikan pengalaman kita sebagai analis setara dengan jabatan fungsional Analis Kebijakan Muda 3D, dan akan mendapatkan tunjangan fungsional dan grade 9. Enak kan? Pekerjaan sehari-hari sih sama saja, tinggal mendokumentasikan apa yang kita lakukan sehari-hari dan ada tambahan pekerjaan yang dapat kita lakukan. Ngg harus ke Analis Kebijakan sih, apabila kita bekerja di bagian pelaporan misalnya, maka kita bisa inpassing ke fungsional perencana.

Bagaimana caranya?

Inpassing sesuai definisinya penyesuaian yang  terbatas sampai jangka waktu tertentu. Untuk fungsional Analis Kebijakan (AK) dibatasi hanya sampai Desember 2018. Kita dapat mengajukan ke Bagian Kepegawaian dan akan diteruskan ke instansi pembinanya (untuk AK adalah LAN).

Untuk AK, ada uji kompetensi yang harus kita lewati:

  1. Uji Tertulis (2,5 jam)
  2.  Uji Wawancara

Pada tanggal 2 dan 3 November 2017, saya mengikuti uji kompetensi tersebut di LAN jalan Veteran Jakarta bersama beberapa teman KESDM dan beberapa kementerian lain.

Pada uji tertulis, kita diminta membuat Policy Brief dengan tema tertentu. Dalam uji tertulis ini kita diberikan bahan dengan tema kebijakan Pemerintah sekitar 30 halaman dan diminta meresumenya dalam format Policy Brief. Penjelasan tentang Policy Brief  diberikan pada saat briefing hari pertama. (Tersedia juga jaringan internet untuk googling)

15002376_1826798790935133_1271612163538382403_o.jpg

Susah ngg ya? Lumayan menantang sih, karena kadang kita pernah denger sebuah kebijakan, misalnya kebijakan pembiayaan perumahan dengan fasilitas khusus; cuma tentu untuk membuat itu dalam format Policy Brief dalam waktu 2,5 jam cukup sulit, terutama apabila kita belum terlalu mengerti pro and kons nya untuk membuat usulan dalam bagian Policy Brief  itu menjadi cukup berbobot.

Sangat beruntung, tema saat uji tertulis waktu itu tentang Blok Masela, which is pro kontranya adalah offshore vs onshore yang sudah lumayan tahu karena terkait pekerjaan.  Pengalaman teman lain yang ujian pada waktu yang lain dan mendapatkan tema di luar pekerjaannya cukup pusing juga saat menuliskan Policy Briefnya.

Setelah Policy Brief selesai, dilanjutkan dengan wawancara sesuai CV yang telah kita berikan dan satu tulisan kita tentang pengalaman terlibat dalam sebuah kebijakan. Apabila teman2 telah memiliki tulisan dalam jurnal ilmiah atau media lain, sangat disarankan untuk menuliskannya di CV, karena penguji melihat bagian publikasi sebagai bagian yang sangat penting. Kalau belum ada publikasi yang “resmi”, skripsi dan tesis sepertinya bisa dimasukan sebagai publikasi, termasuk juga pengalaman sebagai speaker di konferensi nasional atau internasional.

Penilaian

Penilaian terdiri dari kemampuan analisis dan kemampuan politis. Kemampuan analitis adalah kemampuan untuk mengidentifikasi isu/masalah, mengumpulkan dan mengorganisir data/informasi, mengidentifikasi opsi/alternatif, mengevaluasi keuntungan, biaya dan resiko, dan menyajikan informasi kebijakan/membuat saran kebijakan terbaik, serta mengidentifikasi dampak dalam pelaksanaanya. Kelihatannya kemampuan analisis ini dilihat dari hasil Policy Brief yang kita buat.

Sedangkan kemampuan politis adalah kemampuan untuk menginformasikan hasil
analisis kebijakan, bekerja dalam konteks politik dan membangun jejaring kerja. Dengan kata lain kemampuan mengadvokasi informasi kebijakan. Tebakan saya, penilaiannya didapat dari hasil wawancara CV dan tulisan singkat tentang keterlibatan kita dalam sebuah policy Pemerintah.

Adapun batasan nilai kelulusan sesuai perkalan adalah sebagai berikut:

Capture nilai analis kebijakan.JPG

Berdasarkan informasi yang saya dapat, nilai saya untuk analisis adalah 88,80 dan kemampuan politis adalah 90,75 sehingga nilai rata-ratanya adalah 89,78 yang sudah memenuhi nilai terendah untuk menjadi Analis Kebijakan Ahli Muda, yaitu >= 80. Karena ini adalah inpassing, bukan perpindahan jabatan, maka walaupun nilai saya hampir mendekati nilai minimum Analis Kebijakan Utama, namun tetap disesuaikan menjadi Analis Kebijakan Ahli Muda.

Selain itu, angka kredit yang saya dapatkan pun standar, dengan Golongan 3C selama 3 tahun maka saya mendapatkan kredit awal sebesar 264.

angka kredit.JPG

Goodluck buat teman2 yang berminat mengikuti inpassing, semoga sukses

 

Sumber informasi lebih lanjut tentang AK bisa dilihat di

http://pusaka.lan.go.id

https://www.facebook.com/komunitas.analiskebijakan

 

 

 

Karir Birokrat, Birokrat Karir : Cerita Tentang Assessment

Career

Awal Januari 2018 ada WA masuk dari teman Biro Kepegawaian, ngasih tahu kalau besok pagi diminta ikut assessment. Hmm, agak males juga sebenarnya, saat itu lagi PW di perpustakaan UI, ngerjain “PR” yang satu itu. PR yang bikin cuti tahunan habis di satu bulan saja.

Apalagi waktu itu lagi nunggu hasil inpassing ke Analis Kebijakan Muda, suatu fungsional anyar yang menarik juga, mengingat pekerjaan dan jurusan kuliah udah sesuai banget. Mayan, salah satu cara biar grade 7 berubah jadi grade 9 , grade yang ngg akan berubah kalau kita masih staf alias fungsional umum. Ditambah lagi pas wawancara yakin banget bakal lulus (hahaha PD amat ya), abisan pewawancara yang harusnya tanya CV malah “konsultasi” bagaimana pengalaman menggunakan data sekunder Indonesia, soalnya dia lagi mau neliti tentang sesuatu dan menggunakan data sekunder yang dikumpulkan di Indonesia. Well, mungkin itu juga bentuk wawancara juga sih, cuma stylenya unik juga.

Setelah mikir-mikir, ya sudahlah, jalani saja, itung-itung menjawab penasaran juga, binatang apa itu assessment. Tanya kiri kanan, teman-teman yang sudah ikutan duluan, biar kebayang prosesnya.

Yang jelas ASN jaman now, trendnya adalah karir ditentukan sama tes yang namanya assessment, bukan lagi kedekatan, kesamaan gerbong dan grup-grup lainnya. Saya sebut trend karena ngg semua juga sih, tergantung tempatnya juga. Tapi kalau dibandingin dengan tempat lain, ESDM mungkin termasuk yang terdepan, karena eselon 4 pun, which is jabatan terendah, menggunakan assessment ini tanpa ada intervensi hasilnya. Gampangannya, kalau dari konsultannya bilang dari 5 kandidat hasilnya adalah si A nilai tertinggi, maka yang diambil ya si A, tanpa melihat lagi hal lainnya. Wallahu’alam apakah semurni itu, tapi menurut saya sih idealnya memang begitu.

Lanjut ceritanya….

Jadi hari itupun berangkat pagi ke UI Salemba, ke sebuah lembaga manajemen. Setelah isi ini itu tentang data pribadi, tes pun dimulai. Ada 2 modul utama, sebut saja gitu: Modul  semacam TPA, dan modul wawancara.

MODUL TPA

Modul TPA standarlah, ada series, terus logika, dan diakhiri hitung cepat. Nah disini ternyata sempet2nya bikin kesalahan konyol, salah baca perintah pada salah satu submodul. Standarlah TPA itu waktunya terbatas dan tidak boleh mengerjakan satu sub modul yang lain , apabila sudah selesai di sebuah submodul. Ya tunggu aja sampai disuruh ngerjain submodul selanjutnya.

Nah pas ngerjain sub modul 2, ada 30 soal yang harus dikerjakan, nah saya entah kenapa bacanya cuma ada 20 soalnya.  Jadi ya ngerjain aja itu 20 soal, pas soal ke 20 selesai sebelum waktunya,  seperti biasa balik ke nomor 1, kali aja ada yang salah ngitung.

Pas psikolognya bilang lanjut pada submodul 3, baru kelihatan kalau ada 10 soal yang belum dikerjain, bahkan belum dibaca sama sekali. Perasaan jadi nano-nano antara kesel, merasa bodoh, kok bisa dll. Kepikiran juga mau ngerjain balik sub modul 2, tapi ah itu kan ngg boleh, ya anggap saja assessment kali ini  percobaan pertama. Cuma tetap aja pas ngerjain sub modul berikutnya jadi ngg konsen, karena kesel sendiri. Bukan apa-apa, sepanjang ikutan ujian dari jaman SD, mulai dari perkenalan ujian pakai pensil B2 yang waktu itu teknologi baru, belum pernah ada kasus salah baca perintah. Usia ngg bisa boong kali ya, hehehe. Kebayang deh, TPA yang harusnya diharapkan bagus jadi pupus.

MODUL WAWANCARA

Setelah TPA, masuk ke modul wawancara Di bagian ini ada isian yang kita kerjain, 2 wawancara dengan psikolog dan narasumber dan 2 FDG. Isian itu terkait pekerjaan yang selama ini kita kerjakan dan kepribadian kita sendiri (biasalah gambar orang, pohon dll), sedang wawancara cukup lama juga, yang dengan psikolog sekitar 1 jam, nara sumber 1/2 jam. Isian itu ngerjainnya pas lagi ngg ikutan FGD dan wawancara.

Isian yang kita bikin akan  dikonformasi dalam wawancara. Ada pertanyaan integritas, keberhasilan yang paling top yang kita capai dll. Karena isian ada bentuknya angka, mungkin akan lebih baik kalau pencapaian kita dapat kita kuantifikasikan. Ada beberapa pertanyaan lain sih, tapi lupa isinya apa 😀

FGD

Di bagian ini ada diskusi bagaimana mengimprove kegiatan di tempat kita dan juga simulasi membuat bangunan bersama teman2. Mungkin dilihat kemampuan komunikasi dan kemampuan memimpin diskusi.

WAWANCARA DENGAN PSIKOLOG

Ada beberapa bahasan wawancara, ngg inget semua kecuali integritas dan pencapaian pribadi. Untuk integritas, saya menceritakan pengalaman pribadi ketika bekerja di suatu tempat (jyah rahasia amat ya). Intinya, saya dan teman-teman bikin surat ke atasan, tentang perlunya menyetop sebuah kegiatan yang kurang efektif,nilainya gede banget,  tapi sudah ada bertahun-tahun berjalan , dengan hasil yang kurang jelas. Uniknya, kami bikin surat ke atasan dengan tembusan ke atasannya lagi, which is agak2 nekat dan kurang ajar juga sih, hahaha. Alasannya, jaman now,  ngegerundel di belakang itu ngg gentlemen, bikin surat itu keren dan formal. At least , kalau ada apa2 di kemudian hari, kami yang cuma remahan rengginang di kaleng Khong Guan berkarat bisa bilang we have done our best. Dan karena entah kenapa kegiatan itu akhirnya distop untuk tahun berikutnya, jadinya saya bisa claim penghematan sekian M adalah hasil dari usaha saya dan teman2 tersebut.

Untuk pencapaian pribadi, saya ngeclaim bahwa konversi minyak tanah itu ada kontribusi pribadinya, padahal mah kecil banget wong cuma remahan rengginang di pojokan kaleng Khong Guan berkarat. Cuma berhubung program itu bisa menghemat lebih dari Rp. 200 T, yah bisalah diakui.

Pertanyaan2 lain agak lupa karena lumayan banyak juga….

WAWANCARA DENGAN NARASUMBER
Dibagian ini ditanya-tanya tentang job desc dan improvement yang dapat dilakukan di bagian yang sekarang. Juga ditanya tentang kesiapan apabila ditempatkan di satu posisi. Agak kaget juga ketika tahu mau ditempatkan disitu. Jujur saya bilang, ada posisi lain ngg? Soalnya waktu mutasi staf aja saya ngg mau ditempatkan di situ, soalnya terlalu teknik, kurang inline dengan latar belakang pendidikan. Kali aja bisa milih, terus pewawancara ngasih list posisi  yang lowong. Dengan PDnya saya bilang, bisa ngg yang ini aja, sambil nunjuk salah satu posisi di list yang ada, yang kira-kira agak sesuailah dengan pendidikan.

Pas hasilnya diumumkan sih saya surprise, soalnya udah salah ngerjain tapi kok bisa lolos. Mungkin itu yang namanya takdir….Yang jelas mekanisme jenjang karir dengan assessment ini bagus banget, transparan. Selain itu, dengan adanya fungsional semacam Analis Kebijakan bisa membuat alternatif career path bagi PNS yang kurang merasa cocok di struktural. Namun, ngobrol-ngobrol sama teman2 di grup PNS (asal) UI,ternyata belum umum assessment yang saya alami; masih banyak yang formalitas saja. Tapi pastinya trend akan ke arah sana, demi birokrasi yang punya kompetensi, berintegritas dan melayani.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ke Bandara Soekarno – Hatta Naik Kereta Bandara

Alhamdulillah, akhirnya jadi juga itu kereta bandara. Softlaunch mulai 26 Desember 2017. Pas kebetulan ada dinas ke Manado tanggal 27 Desember, jadi tertarik juga menggunakannya. Sementara ini ada 3 stasiun yang sudah beroperasi, yaitu stasiun BNI City (Sudirman Baru), stasiun Batu Ceper (stasiun dekat sta Tangerang) dan tentunya Stasiun Bandara Soekarno Hatta.

Penerbangan ke Manado take off pukul 18.20, boarding jam 17.50. Sampai di sta BNI City sekitar pukul 14.00, tapi ternyata tiket jam 14an udah abis, adanya jam 15.51, well setelah timbang timbang, diambil aja deh masih ada waktu sekitar 2 jam dari waktu boarding.

Setelah masuk ke dalam stasiun, ternyata lumayan, walau ada beberapa fasilitas yang masih tahap finishing. Untuk musholla dan toilet sudah bisa digunakan.

Tiket bisa dibeli di vending machine dengan kartu Debit/Kredit, seharga Rp.30 rb (promo). Setelah resmi, tarif seharga Rp. 70 rb.

Karena luas peron yang terbatas, maka penumpang tidak diperkenankan menunggu di peron, yang terletak di lantai 1. Penumpang diminta menunggu di lantai 2. Setelah waktu sekitar 15 menit, barulah penumpang turun ke lantai 1 dan masuk ke kereta.

Nah, ternyata lumayan lama juga ya keretanya.

Berangkat : 15. 51

Sampai di Bandara: sekitar 17.00

Jalan ke sky train (kalayang) 17.00-17.10

Menunggu dan naik sky train 17.10 – 17.25

Jalan dari pemberhentian sky train ke Gate 25 17.25 – 17.50 (pas banget)

 

Jadi, kalau mau naik kereta bandara:

  1. Beli tiket secara online saja dari rumah, bisa online dengan tambahan biaya Rp. 5 rb rupiah. Atau bisa juga beli saat perjalanan ke stasiun bandara. Yang jelas beli di tempat beresiko kehabisan. Bisa dibeli di https://ticket.railink.co.id/
  2. Pilih waktu keberangkatan dari stasiun minimum 2 jam sebelum boarding.
  3. Siap siap jalan kaki lumayan.

 

 

 

Kisah Unik Panitia Walimah

IMG_9248

Beberapa kali jadi panitia, ada kisah2 unik yang pernah dialami. Mulai dari “masalah pemisahan ikhwan akhwat” yang kadang memicu “kehangatan” sampe didamprat sama kakaknya mempelai juga pernah.

Cerita 1: Masalah pemisahan

Karena menjodohkan sesama teman, well lebih tepatnya ‘ngompor-ngomporin dua orang teman satu organisasi, maka sayapun diminta “bertanggung-jawab” jadi ketua panitia nikahan mereka. Mereka berdua ini pasangan yang punya asal suku yang berbeda, Betawi dan Ambon, tapi sama-sama tukang ngebanyol, makannya cocok.

Nah, di hari pernikahan sesuai permintaan mempelai, nikahan pun dipisah laki-laki perempuan. Kami pun memasang hijab pembatas antara jamaah laki-laki dan perempuan. Ternyata ada anggota keluarga yang belum terbiasa dan “agak “protes dengan pemisahan yang aneh bagi mereka. Dengan wajah agak kesal, mereka menyingkirkan hijab dan kami pun pasrah. Mau masang lagi ngg berani, hehehe, yah begitulah liku-likunya panitia.

Cerita 2. Jadi Wali Nikah

Di Jepang, jabatan “agak naik” bukan sekedar panitia, tapi kadang jadi saksi. Maklum, ngg ada orang yang lebih ganteng eh lebih tua senior. Nah, suatu saat pernah diminta jadi wali, karena orang tua ybs tidak bisa datang. Wah, pengalaman pertama ini, unik juga.

Peristiwa jadi agak-agak gimana gitu ketika saya salah pengertian dengan pak Ustad yang menjadi semacam penghulu. Beliau ini orang campuran Jepang-Amerika. Saya pikir dia yang akan mewakili saya untuk pernikahan ini, ternyata saya tidak diwakili, jadi kurang siap dengan kata-katanya. Selain itu, perbedaan mahzab belum saya sadari, dan ternyata ngg terlalu formil seperti yang biasa di Indonesia, yang pake salaman. (Baca-baca di rumahfiqih, ternyata memang salaman itu ngg wajib ya, cuma kebiasaan aja). Hmmm, ternyata lebih grogi jadi wali ya daripada jadi pengantin. 😀

Cerita ke 3 : Didamprat Kakaknya Mempelai

Peristiwa di pernikahan ini adalah peristiwa paling ngenes selama jadi panitia. Seperti biasa, karena ngejodohin sesama teman, jadinya saya diminta jadi ketua panitia. Malam harinya bersama teman2 ngecek tempat nikah dan tempat resepsi sambil bantu-bantu sedikit dekorasi. Saya lupa malamnya itu apa banyak kerjaannya, intinya hampir dikatakan ngg bisa tidur semalaman. Alhamdulillahnya acara akad pagi itu berjalan lancar. Nah ngg lama setelah akad, eh ngg diduga saya kena damprat Kakaknya teman saya itu.

” Kamu gimana sih, nyari dimana itu MC? Ngg bagus. ” ujarnya ketus.

Kata-katanya sih sudah lupa, intinya begitu. Ngg tidur terus dimarahi itu rasanya argggggggggg. MC dinikahan itu salah seorang senior di kampus, yang ternyata satu angkatan dengan si Kakak itu. Dan ternyata “katanya”mereka pernah punya hubungan khusus dan putus dengan tidak baik. Lah, mana gw tahu.

Terus itu salah gw? Salah temen-temen gw? wkwkwkw

(banyak undangan bersliweran dari sahabat-sahabat di timeline fb, jadi mau nulis tentang pernikahan).
gambar bukan punya saya, diambil dari http://bluegreensee.blogspot.jp/2016/01/ll-wedding-teams.html

 

 

 



 

Ta’aruf Sekompi

tausiyah_1

Ada masa dimana saya punya teman2 liqo yang luar biasa dekat. Mungkin karena sebagian besar anggota berasal dari alumni SMA yang sama, usia sama atau cuma 2, 3 tahun berbeda ,berkarakter mirip dan sudah bertahun-tahun dalam satu kelompok liqo. Salah satu moto kami waktu itu adalah, murobbi boleh ganti-ganti, tapi kita bersepuluh ini harus tetap bersama.  Saking akrabnya, banyak hal yang tidka lazim kita lakukan bersama, misalnya, kalau ada salah satu dari kita yang sedang “penjajakan” atau ta’aruf dengan calonnya, maka yang ikut adalah semuanya.

Ya, sedikit aneh ya, kalau teman liqo ikutan lamaran, atau ikut bantu2 saat akad atau resepsi mah sudah biasa ya, lah ini ta’aruf aja semua ikutan. Dan biasa, murobiyyah sang akhwat standarnya pasti bingung melihat kedatangan rombongan yang 10 orang itu, ini yang mau taaruf yang mana? Kok rame2 gini, nanti saat tanya jawabnya apa ngg malu ya, jadi banyak yang tahu. Untungnya murobbi kami asyik orangnya (sebenarnya kami ragu, antara asyik atau terpaksa), beliau biasanya senyum-senyum aja mendengar ‘komplain’ dari murobiyyah.

Suatu hari salah seorang dari kami bertaaruf dengan calonnya, dan sebagian besar dari kami pun ikut serta. Namun melihat rumah yang dituju cukup sempit, saya dan beberapa teman mengurungkan niat ikut masuk ke rumah dan memilih menunggu di dalam mobil. Setelah selesai, teman saya yang taaruf tadi dan teman2 yang lain kembali ke mobil dan kami pun pulang. Karena penasaran, saya yang tidak ikut pun bertanya, gimana taaruf hari ini.

Saya : “Eh, gimana tadi, pertanyaan nya susah ya, kok muka ente kayak menyimpan sesuatu?”, tanya saya ke teman yang taaruf. Wajah teman saya ini masih galau gimana gitu

Teman : “Pertanyaan standar sih, alhamdulillah lancar. Tapi…

Saya     : “Tapi apa?”

Teman  : “Tadi kan kita masuk bareng2 yaa, eh saya pas kebagian tempat yang ngg bisa ngelihat wajahnya,” katanya agak-agak sendu

Saya : “Wkkwkwkw, kok bisa?”

Teman : “Ya, kan pas datang, kita main duduk2 aja, ngg menyangka kalau salah posisi begini.”

Saya : “Terus gimana dong?” Ada yang lihat langsung?”, ujar saya sambil memandang teman2 yang lain.

Teman no 2: Ane yang tepat di depan dia, manis kok orangnya, tenang aja,” sambil senyum2 ngg jelas

Saya : “Tuh udah ada testimoni, aman lah. Jadi mungkin ngg jauh lah sama biodata yang ente dapet,” kata saya menenangkan

Teman : Masalahlah, biodata yang kemarin itu fotonya kecil amat, 3 x 4, ngg jelas wajahnya

Saya : Waduh….

Andaikata 15 tahun lalu itu sudah ada facebook, paling ngg friendster lah, masalah ngg jadi rumit begini.

————————

 gambar diambil dari http://saungkertas.com/wp/tentang-penolakan-taaruf/

Tulisan lain tentang ta’aruf

https://luthfiti96.wordpress.com/2014/08/09/taaruf-salah-kostum/

Brexit dan Penaklukan Roma

Sekitar  2 minggu lalu mendarat di Heathrow, saya disambut petugas imigrasi. Seperti biasa petugas menanyakan keperluan apa di Inggris, berapa lama dan menginap di mana.  Pertanyaan sih biasa, namun petugasnya yang tidak biasa,  seorang wanita muda berwajah Pakistan berjilbab.Sayangnya pemeriksaan imigrasi adalah daerah steril foto jadi ngg bisa foto si petugas. Dan petugas imigrasipun ngg cuma satu yang berwajah Pakistan, ada beberapa orang.

Di jalan jalan pun saya menemukan banyak muslimah berjilbab ataupun wajah-wajah Pakistan/Bangladesh yang bersliweran. Dilihat data statistik, ternyata dalam 10 tahun kurun 2001-2011, populasi muslim berkembang dari hanya 3% menjadi sekitar 5%.Dan kita pun tahu bahwa walikota London sekarang adalah Sadiq Khan, seorang Muslim. Hal itu menunjukkan posisi tawar muslim di Inggris dan Eropa cukup kuat.

Prediksi ke depannya pun ternyata menunjukkan bahwa populasi muslim  makin besar. Di Eropa, setiap satu dekade naik 1 % dan PEW Research Center memperkirakan tahn 2030 akan mencapai 8% dari seluruh penduduk Eropa. Tidak itu saja,  rata-rata usia muslim eropa 32 tahun, jauh lebih rendah dari pada penduduk Eropa yaitu 40 tahun.

 

Capture europe.JPG

Muslim di Eropa tahun 2010

 

 

Saya jadi teringat hadist Rasulullah SAW tentang penaklukan Romawi.

Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.
(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

Hmmm, mungkinkah penaklukan Romawi Barat berbeda dengan Romawi Timur. Romawi Timur melalui peperangan, sedangkan Romawi Barat melalui imigrasi? Wallahu’alam bish showab. Jumlah 8% bisa jadi tercapai sebelum 2030 mengingat LGBT yang sangat massive di negara Barat.

Itulah sebabnya UK memilih Exit, bukan karena alasan ekonomi melainkan ketakutan yang berlebihan terhadap imigran muslim.

Capture imigran

 

referensi

5 facts about the Muslim population in Europe

https://www.facebook.com/Channel4News/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

THR bagi Aparatur Sipil Negara

harta halal

Waktu masih kerja jadi general affair di bank XXX , menjelang lebaran gini biasanya ada beberapa aparat pemerintahan berseragam yang datang ke kantor bawa surat minta THR. Aparat yang datang mulai dari Kecamatan, Kelurahan, Kepolisian, Tentara. Kadang ada juga organisasi ” kepemudaan”, saya kasih tanda ” karena lebih ke organisasi preman dari pada pemuda.

Jyah, enak banget ya mereka…. Kalau iseng-iseng ngitung, setiap kantor di daerah Tanah Abang ngasih 200 rb aja, anggaplah sekitar 500 tempat usaha, sudah 1oo juta dapetnya, wow.

Nah, akun biaya buat ngasih THR kan ngg ada ya, emangnya kita bos mereka? Jadilah “ngakalin” dengan masuk ke pos biaya makan siang. Auditor pasti udah ngerti kalau ngeliat pengeluaran makan siang dengan lampiran surat minta THR. Yang jelas kami ngg ikhlas ngasih uang itu, ya mau bagaimana lagi, ngg ngasih takutnya urusan jadi repot

Nah, pas udah jadi aparat berseragam, terkadang mungkin kita akan menemukan THR-THR yang ngg jelas. Dari perusahaan anu, konsultan itu, dari pejabat anu, pejabat itu. Pas ngasih sih bilangnya mereka ikhlas. Yakin ikhlas? Yah tinggal kita ganti posisi aja, kalau jadi mereka, ikhlas ngg ngasih THR buat orang lain, mending untuk pegawai sendiri kan.

Kalau menemukan THR2, maka defaultnya adalah ngg jelas yang berarti tidak bisa dipakai.Kecuali misalnya bagi hasil koperasi yang dibagi sekitar Lebaran, selain itu, ya harus ada curiga-curiga lah.  Semoga Allah memudahkan kita menjemput rejeki kita.

Pengemis dan Songkok Hitam

Assalamu’alaikum brother. Are you Indonesian ? Please help me,  I am student from Palestine and I need some help. I need some money to continue my study here.

Saya orang yang paling males ketemu yang namanya pengemis, even di Indonesia. Kalau berangkat ke kantor naik Busway turun di Kuningan Madya, maka jika nyebrang ke arah gedung Bakrie akan menemui seorang pengemis wanita dengan anak bayinya. Tampangnya meyakinkanalias melas dan tulus banget.Ngg heran banyak sekali para pekerja yang kasihan dan memberi sekedarnya. Untuk hal yang begitu aja saya ngg tergerak, soalnya si pengemis hampir tiap pagi nongkrong di sana dan itu anak bayinya diam aja, ngg rewel. Well, anak saya empat dan termasuk ngg rewel, tapi pastilah ada gerak2nya  juga, masa diam aja. Jangan2 dikasih obat? Ah sudahlah…

Tapi si brother dari Palestine ini meminta di dalam Masjid Rasulullah yang mulia, Masjid Nabawi, masa dia bohong sih?Hmmm…

Mau bilang ngg bawa uang, dompet ada di kantong. Mau bohong, kok ya gimana gitu, ini baru hari pertama tiba di tanah suci dah gitu di masjid Nabi pula.

I am sorry brother, I need to discuss with my wife first. Ngg bohong, tapi menunda jawaban.

Do you have money in your pocket? I accept rupiah also, jawabnya agak kurang sabar.

Hmmm, jawaban saya membuatnya agak marah. Eh, bentar, kenapa dia tahu saya dari Indonesia ya? Oh, peci dari mertua saya berwarna hitam jadi penanda. Pantesan aja,hmm, alhamdulillah kalau gitu, orang Indonesia terkenal pemurah. Pecinya sekarang sudah jarang dipake sih  karena kesempitan. Saya itu berbadan kurus tapi besar kepala, eh berkepala besar, jadi yang dititipin beli peci salah perkiraan.

Kembali lagi, dalam hati berpikir, kalau dia bener mahasiswa yang lagi kesulitan gimana ya? Well, kasih jawaban gantung aja biar menguji dia juga. Kalau dia bener2 mahasiswa yang kesulitan, tentu punya akhlak yang baik.

So brother, can you donate your money? ujarnya makin sabar dengan muka marah. Saya diam saja dan kembali mengatakan ” I am sorry brother, I need to discuss with my wife. Saya menunggu jawaban dari dirinya ” OK brother, I will wait.

Tapi ternyata tidak, muka ramahnya ketika pertama kali memberikan salam menjadi muka marah dan pergi tanpa mengucapkan salam.

Ah, semoga dia benar penipu, dan kalau pun bukan, at least saya tidak berbohong.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ulang Tahun Hilwa

piagam12901527_10205098052170806_3873142726694532602_o

 

Hilwa chan, hari ini genap 8 tahun, alhamdulillah…

Lahir dengan muka pucat, Hb cuma 5.5 dan berulang diusia 7 bulan. Bolak balik ke spesialis anak, klinik tumbuh kembang sampai periksa thalasemia di RSCM. Sedih kalau inget harus bolak balik ambil sample darah. Kami telah bersiap bila ia menjadi slow learner karena keadaannya.

Alhamdulillah doa melalui namanya, Hilwa (Manis(nya) Tsabita(berpegang teguh)  Millati ((pada) agama)), Hilwa tumbuh sehat dan selalu bersemangat. Dan kenaikan dari kelas 1 ke kelas 2 April ini, Hilwa dapat penghargaan, alhamdulillah. Nilai bahasa Jepangnya pun perfect 100, yang juga berarti lebih tinggi dari orang Jepang itu sendiri. Pafekto kata senseinya.

Semangat terus ya Ka, terus menginspirasi kami semua. Maafkan tidak ada kue dan hadiah dalam setiap ulang tahunmu, karena sejatinya usia kita berkurang otomatis, tidak ada istimewanya…

Ya Allah, kami mencintanya, Cintailah dia dan orang-orang yang mencintainya….