Kisah Unik Panitia Walimah

IMG_9248

Beberapa kali jadi panitia, ada kisah2 unik yang pernah dialami. Mulai dari “masalah pemisahan ikhwan akhwat” yang kadang memicu “kehangatan” sampe didamprat sama kakaknya mempelai juga pernah.

Cerita 1: Masalah pemisahan

Karena menjodohkan sesama teman, well lebih tepatnya ‘ngompor-ngomporin dua orang teman satu organisasi, maka sayapun diminta “bertanggung-jawab” jadi ketua panitia nikahan mereka. Mereka berdua ini pasangan yang punya asal suku yang berbeda, Betawi dan Ambon, tapi sama-sama tukang ngebanyol, makannya cocok.

Nah, di hari pernikahan sesuai permintaan mempelai, nikahan pun dipisah laki-laki perempuan. Kami pun memasang hijab pembatas antara jamaah laki-laki dan perempuan. Ternyata ada anggota keluarga yang belum terbiasa dan “agak “protes dengan pemisahan yang aneh bagi mereka. Dengan wajah agak kesal, mereka menyingkirkan hijab dan kami pun pasrah. Mau masang lagi ngg berani, hehehe, yah begitulah liku-likunya panitia.

Cerita 2. Jadi Wali Nikah

Di Jepang, jabatan “agak naik” bukan sekedar panitia, tapi kadang jadi saksi. Maklum, ngg ada orang yang lebih ganteng eh lebih tua senior. Nah, suatu saat pernah diminta jadi wali, karena orang tua ybs tidak bisa datang. Wah, pengalaman pertama ini, unik juga.

Peristiwa jadi agak-agak gimana gitu ketika saya salah pengertian dengan pak Ustad yang menjadi semacam penghulu. Beliau ini orang campuran Jepang-Amerika. Saya pikir dia yang akan mewakili saya untuk pernikahan ini, ternyata saya tidak diwakili, jadi kurang siap dengan kata-katanya. Selain itu, perbedaan mahzab belum saya sadari, dan ternyata ngg terlalu formil seperti yang biasa di Indonesia, yang pake salaman. (Baca-baca di rumahfiqih, ternyata memang salaman itu ngg wajib ya, cuma kebiasaan aja). Hmmm, ternyata lebih grogi jadi wali ya daripada jadi pengantin.😀

Cerita ke 3 : Didamprat Kakaknya Mempelai

Peristiwa di pernikahan ini adalah peristiwa paling ngenes selama jadi panitia. Seperti biasa, karena ngejodohin sesama teman, jadinya saya diminta jadi ketua panitia. Malam harinya bersama teman2 ngecek tempat nikah dan tempat resepsi sambil bantu-bantu sedikit dekorasi. Saya lupa malamnya itu apa banyak kerjaannya, intinya hampir dikatakan ngg bisa tidur semalaman. Alhamdulillahnya acara akad pagi itu berjalan lancar. Nah ngg lama setelah akad, eh ngg diduga saya kena damprat Kakaknya teman saya itu.

” Kamu gimana sih, nyari dimana itu MC? Ngg bagus. ” ujarnya ketus.

Kata-katanya sih sudah lupa, intinya begitu. Ngg tidur terus dimarahi itu rasanya argggggggggg. MC dinikahan itu salah seorang senior di kampus, yang ternyata satu angkatan dengan si Kakak itu. Dan ternyata “katanya”mereka pernah punya hubungan khusus dan putus dengan tidak baik. Lah, mana gw tahu.

Terus itu salah gw? Salah temen-temen gw? wkwkwkw

(banyak undangan bersliweran dari sahabat-sahabat di timeline fb, jadi mau nulis tentang pernikahan).
gambar bukan punya saya, diambil dari http://bluegreensee.blogspot.jp/2016/01/ll-wedding-teams.html

 

 

 



 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s