Sabar, Kunci Keberhasilan Dakwah (Catatan Dakwah di Jepang)

Sekitar awal 2011,

Kami diundang untuk mengisi pengajian ibu-ibu pernikahan campuran (istri Indonesia suami Jepang)  di sebuah kota, sekitar 100 km dari Hiroshima, 2 jam-an perjalanan dari Saijo. Teman yang mengundang sudah wanti-wanti,nanti jangan kaget ya, namanya juga dakwah. Entah lah maksudnya apa.

Hari itu karena sesuatu hal kami agak terlambat hadir. Seperti biasa pengajian dilakukan di sebuah apato kecil dan sudah dimulai tapi break dulu menunggu kami datang. Setiba disana, di samping rumah ada seorang wanita pakai hotpants, rambut warna warni sedang asyik merokok di luar. Saya pikir, oh orang Jepang kali ya, tetangga yang sedang merokok.(ngg kedinginan mba) #eh

port947

Setelah istirahat dan persiapan sedikit, pengajian pun dimulai kembali. Kebetulan teman yang memberikan materi, saya mendampingi saja. Peserta cuma 5 orang, kalau hitung2an materi ,cost lebih tinggi dari benefitnya. PP 200 km cuma dihadiri 5 orang; banyakan panitia daripada peserta, hehehe. Yang lebih mengagetkan, ternyata si wanita yang merokok tadi ikut pengajian. Yah, pakai kerudung sih, dan agak ditutupi gitu pakaian yang tadi itu, cuma kaget aja…Udah peserta sedikit, tampaknya masih jauuuuuuh dari harapan ini.

Setelah selesai pengajian, teman yang mengundang pun bertanya, kaget ngg pak Luthfi? Saya dan teman cuma senyum saja.

Alhamdulillah ya, masih mau ngaji, kata saya.

Iya Pak Luthfi, begitulah dakwah disini. Semoga sedikit demi sedikit ada yang masuk yang kita sampaikan. Hidayah kan milik Allah SWT, tugas kita mengantarkan.

Wow, salut dengan teman satu ini, optimis juga. Jadi ingat nasehat seorang ustad. Suatu hari ada seorang tukang mabuk yang ‘entah’ kenapa suatau saat sadar dan mau ikutan sholat berjamaah di masjid. Dengan celana blue jeans belel (yang pasti warnanya biru), kaos yang sudah sekian lama ngg dicuci, anting2 dan muka yang keliahtannya juga lupa disterika (alias jarang mandi) berjalan menuju masjid.  Begitulah, pas mau ikutan sholat, eh malah dicurigai dan ‘ditanya ini itu sama pengurus masjid. Dia pun balik arah dan ngg pernah kembali ke masjid itu. Sayang sekali…

Kembali ke pengajian tadi, sekitar 5 tahun kemudian,

Teman saya mengabarkan kalau pengajian ibu-ibu pernikahan campuran yang dirintis dulu itu sekarang sudah lebih ramai, alhamdulillah. Dan kami diundang untuk kembali hadir ke pengajian tersebut.  Istri2 muslimah yang ikut pengajian mulai menjalankan Islam dengan baik, tentu setahap demi setahap. Tidak minum2 (tradisi minum2 sangat kuat di Jepang), sholat 5 waktu, puasa dan memasak makanan halal. Untuk mengaji masih proses belajar. Di pengajian itu hampir semua sudah menggunakan jilbab, walau tentunya dalam keseharian belum semua pakai, masih dalam proses menuju ke sana. Anak2 mereka pun juga sudah mulai ikut ibunya. Bahkan peserta pengajian yang  bekerja di tempat-tempat yang ‘gimana’ gitu sudah berhenti atau pindah tempat yang lebih baik.

Namun sang suami yang orang Jepang masih jauh dari harapan. Ibarat lomba lari, sang istri sudah jauh, si suami masih duduk – duduk di garis start. Ada juga yang malah agak anti dengan perubahan sang istri, takut terbawa teroris; tapi yang seperti ini tidak banyak. Jadi pengajian saat itu spesial mengundang suami2 mereka dan pengisinya adalah seorang dai asal Jepang yang berdakwah menggunakan bahasa Jepang dengan harapan agar mudah dipahami.

Well, semua butuh tahapan, hanya dakwah yang ikhlas semata-mata karena Allah disertai kesabaran yang bisa menjadi jalan hidayah. Yang jelas, setiap dakwah yang kita lakukan, ganjarannya gede banget, lebih baik dari unta-unta merah, atau kalau jaman sekarang, ferari terbaru. Semoga teman saya itu tetap istikomah…

 

فَوَاللهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِداً، خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

“Demi Allah, jikalau Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab dirimu, hal itu benar-benar lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” [Muttafaqun Alaihi]

 

gambar diambil dari http://www.rebellogblog.com/text/portrait/port918.htm

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s