Mozaik (yang tak terlupakan ) dari Tanah Suci

1. Motivasi Tingkat Tinggi

Hari keberangkatan ke Tanah suci, kami bertemu dengan para calon haji di Bandara Narita. Ada beberapa catatan unik ketika berkenalan dengan saudara2 para calon haji

a. Ada yang berasal dari Okinawa, seorang mualaf usia sekitar 60an, pekerjaan nelayan. Pas ditanya kenapa masuk Islam, beliau mengatakan naluri saja, setiap hari ke laut melihat alam yang begitu indah, pastilah ada penciptanya. Subhanallah… Dan ketika ditanya berapa orang yang Islam dikeluarganya, cuma sendiri katanya (dengan muka mau menangis) hiksss. Mualaf aja bisa semangat naik haji, masa kita ngg. Padahal beliau terbatas komunikasinya dan tidak bisa bahasa Inggris.

Salah satu momen yang mengharukan ketika sedang bertolak dari Bir Ali (miqot) dan kita berniat haji dengan lafaz dikeraskan. Kemudian mualaf Jepang ini memastikan ke saya, bener ngg niatnya. Dia menulis di kertas dengan kata kana

ラバイク  アッラフッマ ハッジン

RABAIK ARRAHUMMA HAJJAN

dan melafazkannya dengan semangat dan girang . Yang ada saya terharu berat karena malu dengan semangat beliau. Mualaf, sudah berumur, sendirian, tidak bisa bahasa Inggris (dan ngg bisa huruf L) tapi semangat.

 

 

2. Doa yang Cerdas

Salah satu yang diusahakan dicapai di MEkkah  adalah mencium Hajar Aswad. Sebagian besar dari kami sudah pesimis tidak bisa mencium Hajar Aswad dan khawatir menyakiti orang lain ketika mau mendekatinya. Namun ada seorang teman yang hari pertama sudah bisa menciumnya. Ternyta dia punya doa yang demikian cerdas.

“Ya Allah, aku ingin sekali mencium Hajar Aswad demi mencontoh Rasul-Mu yang mulia. Berikanlah hamba kemampuan untuk menciumnya tanpa menyakiti saudara-saudara hamba seiman. “

Cerdas dan demi masuk kesana, karena “mengantri” bersama orang2 yang besar2, dia berhasil menyelinap di bawah orang2 besar itu

3. Menahan Diri Untuk Tidak Komplain Berlebihan

Dalam berhaji, kesabaran adalah ujian yang berat. Sedari awal seorang teman mengatakan begini

Pak Haji, kita kan mau ibadah ya… Kalau pengalaman tahun lalu, ada orang yang sering komplain tentang fasilitas dll ke penyelenggara, mungkin dia orang travel ya, jadi tahu banget kalau ada kekurangan. Namun akibatnya ibadah kurang khusyuk. Bagaimana kalau tahun ini kita menahan diri, komplain boleh2 saja tapi itu kalau sudah bener2 parah dan caranya pun harus tenang, tidak emosi

Alhamdulillah, lumayan menenangkan juga, sehingga bisa lebih fokus dari pada komplain tentang makanan yang begitulah rasanya, (ada) kamar mandi yang bocor sampai ke kamar tidur, ada tempat makan yang kurang bersih dan panas,dll. Karena itu sebenarnya bagian dari ujian juga…. Dan terkadang jadi lupa dengan nikmat yang lain (bisa berhaji dengan istri, hotel yang relatif dekat dengan masjid, makanan yang lancar dan banyak kebaikan lainnya)

4. Gandengan Kemana-mana

Punya anak, walaupun cuma 4 ternyata lumayan membuat waktu berdua sangat terbatas.Mungkin karena masih kecil2 ya. Pernah baca status Dr Piprim kalau beliau gandengan terus selama haji, wah boleh juga ditiru. Lumayan kan, kalau di Indonesia ntar disangka penganten baru lagi, kalau di Tanah Suci kan ngg ada yang boleh protes, hehehe

12045639_10207492239094878_4590998153177279217_o

5. Menangis di Raudhoh

Di masjid nabi, ada sebuah tempat yang makbul doanya. Lumayan antri sampai berapa ya, hampir dua jam untuk masuk ke sana. Membaca doa2 untuk pribadi dan juga titipan teman2. Tapi suasananya memang sedih karena teringat dengan Nabi Allah Muhammad SAW dengan dakwah nya dan kami belum termasuk pengikut beliau yang baik ( hiksssss). Apalagi selama di Madinah, kami berziarah ke tempat2 penting sisa2 perjuangan termasuk melihat bukit Uhud dimana perang yang paling banyak menurunkan ayat Al Qur’an sebagai hikmah, sehingga terasa hawa perjuangan beliau dan para sahabat begitu kuat. Semoga Allah SWT memberikan taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menjalankan seluruh sunnah beliau.

 

Masih banyak mozaik yang tercecer, semoga ada waktu untuk menuliskannya di lain waktu

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s