MENCARI CARA TERBAIK MENGHAPAL AL QUR’AN

Sebagai muslim yang berupaya meningkatkan kebaikan dalam diri,  saya selalu cemas dengan kemampuan menghapal Al Qur’an saya yang sangat lambat. Kadang sebel sendiri kalau ada acara menghapal bersama teman liqo dan diberi waktu sekitar 30menit, pastilah saya paling sedikit setorannya. Well, mungkin memang kemampuan orang beda-beda ya, tapi saya masih berpikir mungkin saya belum menemukan metode yang paling tepat saja.

Browsing sana sini,secara garis besar adalah : selain tentunya usaha mendekatkan diri dengan Allah SWT,  ada usaha2 lain seperti, jangan mengganti-ganti mushaf, mengulang beberapa kali  bacaan, menghapal sambil menghadap tembok putih sehingga bisa membayangkan halamannya dan beberapa tips lain. Sudah diikuti kok masih belum ada kemajuan berarti.

Setelah diskusi dengan teman, dia membagi 1 tips utama yang didapatkan dari asistennya AA Gym. Sang asisten ini backgroundnya bukan sekolah agama, tapi mampu menghapal 30 juz selama kuliah S1 di sebuah PTN

  1. MULAI DARI YANG MUDAH

Menghapal sebaiknya dimulai dari yang juz paling mudah, yaitu juz 1 dan selanjutnya tidak perlu berurutan. Di salah satu bagian juz 1 misalnya, ada kisah bagaimana penciptaan nabi Adam AS, sampai beliau digoda dan akhirnya diturunkan ke dunia. Selanjutnya ada juga argumentasi kenabian kepada Bani Isroil. Sembari menghapal kita akan mengurutkan hapalan kita dalam “rangkaian kisah” yang akan memudahkan kita mengingat. Selain itu kata-kata dalam juz 1 relatif lebih mudah dari juz lainnya. Tips ini agak beda ya, biasanya menghapal dimulai dari juz 30 – 29- 28 -27  baru ke Juz 1.

 

  1. MENGHAPAL DENGAN MENDENGAR

Metode ini saya coba gabungkan dengan penjelasan ayah nak Fajar , seorang penderita lumpuh otak yang mampu menhapal Al Qur’an sebelum 5 tahun, subhanalllah. Menurut ayahnya, di rumah disetel Al Qur’an 24 jam sehingga seorang anak kecil penderita lumpuh otak pun mampu menghapal Al Qur’an. Nah, ternyata dengan mendengar pun kita bisa menghapal Al Qur’an.

Setelah dicoba selama sekitar 6 bulan, alhamdulillah, ternyata ada sedikit titik cerah ketika saya melihat kecepatan hapalan saya meningkat . Dengan kemampuan verbal dan ruang yang terbatas, metode menghapal posisi ayat (visual) menjadi kurang pas bagi saya. Wong ke jalan kampus di UI aja sering nyasar karena sulit membaca peta, maka kelebihan saya bukan di visual, mungkin di pendengaran (auditory). Mengikuti tips yang kedua,  saya memilih salah satu Syekh yang menurut saya paling indah bacaannya, dan sering-sering mendengar bacaan beliau di juz 1. Jadi ketika ada kesalahan, yang saya coba  ingat2 bukan posisi ayat di baris keberapa seperti kebanyakan orang, tapi nada mengaji Syekh tadi bagaimana. Dan beberapa waktu lalu seorang teman ternyata menggunakan cara yang sama dalam menghapal, jadi pas dia murojaah, loh kok gayanya sama ya; yah ngg ORI Syekh Mishari Rasyid sih, kalau dia KW10 dan saya KW 11 kali.🙂

Well, belum selesai 1 juz sih, tapi saya pribadi sangat bersyukur dan bila proses mencari cara terbaik menghapal ini saya tuliskan dalam blog mungkin akan ada yang mencoba juga.

Dicoba ya, kalau lancar kan saya dapat pahala, hehehe

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s