Pertemuan Tak Terduga

“Pertemuan ini menjadi suatu berarti
Dikala diri menepi untuk warna-warna hati
Ruang-ruang jiwa hanya untuk Maha Kuasa
syair-syair cinta tercipta karna dia ” (Sigma)

Lebih dari 10 tahun yang lalu

Lelahnya jadi pengangguran akhirnya berakhir juga, ane jadi pegawai bank syariah gan, alhamdulillah. Pengennya sih masuk jalur Management Trainee, well yang ada dulu lah disyukuri.

Dari tadi malam Bapak ngingetin, “Hari pertama kerja jangan terlambat, apalagi kamu belum familiar dengan lokasinya”. Sip, abis subuh, sarapan, baca koran sebentar, langsung ane cabut ke Jalan Panglima Polim. Agak bingung tapi pas lihat2 peta, ngg jauh dari  Blok M. So berangkat kepagian sebenarnya, tanda tangan kontrak jam 8, jam 6.30 udah sampai di bank syariah XYZ.

bank dki syariah

 

Pintu kantornya sudah buka, ada beberapa kursi tapi belum ada orang, kecuali OB yang bukain pintu tadi. Well, kepagian sih, ya sudah tunggu aja deh.

Ngg berapa lama ada seorang akhwat masuk, wah pegawai baru juga nih. Setelah salam, seperti biasa daripada bengong ane SKSD. Pas diperhatiin, eh mirip anak 28 ya, anak SOS yang kuliahnya di UI juga kayaknya, temennya Nina, tapi entah Fakultas apa. Ngg pasti juga  sih, mungkin salah orang.

Daripada penasaran, tanya aja deh

Ane       : Kamu anak 28 bukan ya?

Dia        : Eh kok tahu?  (kaget)

Ane       : Iya, perasaan pernah lihat. Anak SOS bukan?

Dia        : Iya. Emang anak 28 juga? Angkatan 96?. (Dengan wajah campur malu, kok bisa lupa sama temen SMA)

Ane       : Saya anak FIS, 96 juga.

Dia        : Ohhhh, tapi maaf, kok ngg pernah lihat ya

Ane       : ^%#&^$!&#$

 

Yes, pertemuan pertama yang sangat berkesan. Demikian dan terima kasih.

TAMAT

 

 

 

 

(huu, gitu aja ngambek, biar ngg disangka ngambek, mari kita lanjutkan)

Orang Biasa-Biasa Saja

Mari kita analisa kenapa akhwat itu ngg kenal ane gan, padahal 3 tahun satu sekolah.Hmm, kalau orang terkenal di sekolah biasanya yang terdepan dalam rangking, atau sekalian yang paling bandel. Kandidat lain mungkin  jago bola/basket atau organisatoris.  Kalau ane, rangking ngg pernah masuk 10 besar, olahraga ngg jago, organisasi cuma jadi pendukung aja. Wajar sih kalau ada yang ngg kenal. Tapi apa segitu jeleknya jadi orang biasa-biasa aja?

Jadi ingat kisah Julaibib RA, seorang sahabat yang kedudukannya bukan saja biasa-biasa saja, tapi juga terbawah kedudukannya di pandangan manusia disebabkan kemiskinan dan kurang menarik parasnya. Sampai mendapatkan kesulitan ketika ingin menikah. Bila bukan Rasulullah yang melamarkan, mungkin Julaibib tidak akan pernah menikah.

Namun apakah kita tidak cemburu para Julaibib RA, ketika beliau wafat, dan kuburnya digali, Rasulullah duduk dan memangku jasad Julaibib, mengalasinya dengan kedua lengan beliau yang mulia. Bahkan pula beliau ikut turun ke lahatnya untuk membaringkan Julaibib. Saat itulah, kalimat Sang Nabi untuk si mayyit akan membuat iri semua makhluq hingga hari berbangkit. “Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku. Dan aku adalah bagian dari dirinya.”

Jadi jangan rendah diri gan walaupun kita orang-orang biasa saja, yang penting amal amal amal, jangan tiduuuuur

11894434_10203864906382932_4906731171763467645_o

Sebagian mengutip tulisan ust. Salim A Fillah di http://goo.gl/O6o7PZ, gambar sebagian diambil dari http://goo.gl/58kbgw

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s