Janji Bunga Matahari

Ya Allah,

sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,

telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma’rifat-Mu,
dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Aamiin…

Doa robithoh itu salah satu doa yang paling sedih menurutku. Tapi pernahkah kalian melihat laki-laki menangis tersedu-sedu saat membacanya?


Setelah liqo seperti biasanya kita akhiri dengan doa Rabithah. Kami cuma bertiga hari itu, sebuah sore di sebuah apato  sempit. Sejak dimulai memang wajahnya agak2 sedih gimana gitu. Dan bertambah muram ketika sesi Qhodhoya dan Rowa’i. Dia pun membaca rabithah sambil tersedu-sedu. Mendengarnya pun jadi sedih, tapi ngg ah, masa sore-sore nangis, kataku.  :-)


Beberapa bulan sebelumnya…

Suatu saat kami baru saja selesai acara PPI di Kagamiyama Koen, tiba-tiba seseorang mengejar langkahku.

Mas Luthfi, aku mau ikut Liqo dong, katanya sambil senyam seyum.

Eh, mau ikut apa kataku?

Well, baru aja aku dikagetkan dengan kasusnya petinggi partai anu, jadi pertanyaan itu adalah pertanyaan yang paling mustahil muncul saat – saat ini

Liqo, katanya lagi sambil senyum-senyum….

Hmmm, pengajian? Minggu depan Insya Allah ada pengajian keluarga, kataku.

Bukan itu, aku mau ikut liqo, katanya…

Eh, hontou? Kenapa?

Menurutku inilah waktunya aku kembali.

Well, ini alasan yang membingungkan.

Lalu ia pun berteori,

“ Menurutku kasus ini jebakan, dan sepertinya aku terpanggil. Banyak loh yang merasa ini pasti kecurangan.

Hmmm, ya mungkin saja. Tapi ngg gitu juga sih, jebakan kan ngg  mungkin kena kalau kita tidak melewati daerah berlubang. Salah orangnya kali. Atau bisa jadi itu beneran. Kalau itu bener gimana? Kataku menyelidik

Tapi aku yakin, kalaupun orang itu salah, yang salah bukan sistemnya, tapi orangnya, katanya yakin.


Super produktif, begitu kata orang-orang. Mulai dari kegiatan Persatuan Pelajar, Keluarga Muslim Indonesia, Kegiatan di Masjid  maupun acara anak-anak diikutinya. Kalau kutanya, dia bilang

Saya tidak pernah melamar untuk berada disini, tapi sebuah kebetulan. Jadi, saya pasti disini atas sebuah alasan, oleh karenanya saya harus punya arti.


Well, akhir-akhir ini dia sering bilang

Pak Peri, sabar ya, jangan galau.

Kutahu itu berarti sebenarnya dia sedang galau…


Hmmm, pasti banyak yang akan merindukannya, tapi apakah dia akan kembali?

—catatan suaminya Bu Peri—-


Himawari no Yakusoku

Soba ni itai yo
Kimi no tame ni dekiru koto ga
Boku ni aru kana
Itsumo kimi ni zutto kimi ni
Waratteite hoshikute

Himawari no youna
Massugu na sono yasashisa wo
Nukumori wo zenbu

Apakah aku masih memiliki kesempatan untuk berada disampingmu?
Kau dan aku selalu tertawa,itulah yang selalu ingin kulihat
Kau yang lembut seperti bunga matahari dengan semua kehangatannya
Sekarang aku juga ingin memberitahumu
Karena aku sudah merasa bahagia disini
terjemah lagu diambil dari http://goo.gl/FeIERp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s