Tips IELTS, Academic Reading Section

IELTS_logo.svg

Bagi anak-anak Teknik/Sains, tes bahasa seringkali adalah momok, karena mereka cenderung lemah di bahasa. Namun hal itu bisa diakali sebenarnya, yaitu dengan `menabung` nilai di Reading Section, toh nanti nilainya kan  dirata-rata.

Pengalaman ikut IELTS dua kali, dan ternyata sesuai perkiraan; nilai saya timpang. Bagus di Reading, sedang di Listening dan jelek di Writing dan Speaking. Alhamdulillah nilai Reading 8,5 dengan overall 7.

Berikut ini tips untuk mendapatkan nilai academic reading yang bagus.

Tips Memahami Artikel

Karena waktu yang sangat terbatas, maka kita perlu mensiasati cara membaca teks/artikel. Ingat kita cuma punya waktu 60 menit, 3  artikel dan 40 soal. Ada dua cara  dalam membaca 3 artikel di soal,

 1. Baca judul, kemudian baca kalimat pertama  (main idea) setiap paragraf.(Skimming)  Maksudnya ada mencari inti dari bacaan itu. Lalu langsung beralih ke pertanyaan, apa saja yang ditanyakan. Setelah itu cek ke artikel, bagian apa yang menerangkan pertanyaan itu dan jawab deh pertanyaannya.

2. Baca artikel secara mendalam, konsentrasi sekuat2nya, coba mengerti semengerti2nya. Lewati bila ada kata yang asing. Setelah benar-benar paham, baru lihat soal dan coba jawab dengen pengertian kita, bila diperlukan tidak perlu melihat bacaan lagi.

Dua metode itu punya kelebihan dan kekurangan. Metode 1, kalau kita belum bisa menjawab, maka masih punya waktu untuk kembali ke artikel dan mencari jawaban dari artikel tadi. Kelemahannya adalah kalau pertanyaannya terlalu sulit, maka mungkin kita tidak bisa menjawab dengan pas pertanyaan yang ada, atau bahkan kita tidak mampu mencari jawaban pada paragraf yang tepat.

Untuk metode ke 2, kita tidak akan sempat melihat kembali jika ada pertanyaan yang kita tidak yakin menjawabnya, karena keterbatasan waktu. Untuk metode ke 2, waktu yang kita bagi kira-2 adalah 15 menit membaca dan 5 menit menjawab, jadi kita tidak akan sempat berpikir panjang. Namun sepanjang kita konsentrasi dalam membaca, maka harusnya itu tidak terjadi, biasanya kita bisa menjawab langsung dan cuma melirik sebentar artikel untuk memastikan. 

Masing-masing punya kelebihan kelemahan, jadi tergantung style kita sih. Kalau saya cenderung metode ke 2. 

Catatan terakhir adalah mengenai pilihan not given. Pilihan ini unik karena tidak ada di TOEFL. Intinya harus hati2, walau jawaban itu benar menurut kita, belum tentu ada ada di artikel. Itung2 sederhananya, True, False dan Not Given harusnya punya proporsi yang sama untuk dijawab. Jadi, ada atau tidak fakta di bacaan menjadi bagian yang penting untuk dipastikan. 

Selamat mencoba… 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s