Lelaki Berhati Emas

Baru-baru ini seorang teman mengatakan kepada saya kalo status dan link di FB saya seringkali tempting sekali alias menggoda untuk dikomentari. Tapi karena menghindari konflik dengan ‘penggemar’ saya yang lain, maka dia lebih memilih diam saja alias stalkingtanpa meninggalkan jejak. Hmmm, maklumlah, mungkin pengaruh mendekati pemilu ya, suasana menjadi hangat? Atau pengaruh summer?

Anyway, ternyata saya yang terhitung sering berstatus yang mengundang itupun punya kekhawatiran juga. Misalnya saja saat kemarin ingin mengundang ustad dari Indonesia. Karena saya kenal dengan link ustad, maka saya tahu ada ustad yang akan datang dan bisa dimanfaatkan. Namun dalam hati saya membatin, hmm, jangan2 ada yang protes lagi, dikira ustad punya kepentingan lain. Daripada bikin hangat, mending ngg jadi deh batin saya. Namun, setelah berpikir lebih matang akhirnya jadi juga sang ustad mengisi acara disini.

Itu mungkin buah dari konflik yang berlebihan, membuat kita akan lebih mengerem tindakan kita yang kira2 berdampak pada orang lain. Kalau kita adalah anggota dari sebuah organisasi, maka organisasi akan kurang hidup dan dinamis, ukhuwah menjadi hambar.  Beramal jadi banyak pertimbangan, terlalu aktif takut dikira ada maunya. Sebaliknya,  terlalu banyak kritikan  takut dikira omdo. Rumit ya .

Anyway, dibalik fenomena yang ada, ternyata ada juga orang yang tidak terpengaruh.  Segala urusan dia yang sibuk, dari urusan A sampai Z. Mulai dari organisasi B – Y. Kadang suka mikir juga, si dia ketua bukan, sibuknya minta ampun ya. Kok bisa ya, terus saja produktif dalam iklim yang ‘menghangat’ yang mendorong orang lain menjadi pasif. Apa rahasianya ya?

Beberapa waktu lalu, sepulang dari suatu tempat bersama orang itu,  saya mendapatkan sms darinya. Isinya kira-kira begini:

“Kang, kalo ada pembicaraan tadi yang menyinggung, maapin ya, perasaan ku ngg enak, hehehe.”  Saya bingung, kata-kata yang mana ya? Kami memang sering becanda, biasalah biar akrab, tapi perasaan becanda biasa saja. Apa yang menyinggung, ngg paham saya. Pada saat yang lain, setelah bersamanya, dia tiba2 telepon dan menyatakan kalo dia menarik kembali becandaannya tentang teman kita yang lain. 

Hmmm,  mungkin teman saya ini mengamalkan apa yang diamalkan seorang sahabat Rasulullah, sehingga dia tidak pernah surut menerima kritikan, karena tidak pernah menyimpan dendam dalam hatinya.

Sahabat Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu berkata: Kami sedang duduk-duduk bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sekarang akan muncul di tengah-tengah kalian salah seorang penghuni surga.” Kemudian muncullah seseorang dari kaum Anshar di hadapan para sahabat dengan kondisi jenggotnya mengalirkan air berkas wudhunya, kejadian itu terjadi sampai tiga hari, sehingga pada hari yang ketiganya diikuti Abdullah bin ‘Umru ke rumahnya, dengan maksud untuk mengetahui kelebihan amal yang dilakukan orang itu, tetapi Abdullah bin ‘Umru tidak mendapatkan kelebihan selain kalau ia terbangun dia mengingat Allah, dia pun tidak didapati mengerjakan shalat malam, maka hampir saja Abdullah bin ‘Umru menghinakan amal orang itu, ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda atasmu: ‘Akan muncul di tengah-tengah kalian salah seorang di antara penghuni surga, tiga kali.’ Kemudian kamu muncul tiga kali, kemudian aku bermalam di rumahmu dengan tujuan untuk mengetahui apa yang kamu amalkan, kemudian aku mengikutimu, hanya saja aku tidak melihat amal yang lebih utama.” Orang itu menjawab, “Itu yang kamu lihat.” Maka tatkala orang itu mau berpaling orang itu memanggilku lalu berkata (yang artinya) : ما هو إلاّ ما رأيت, غير أنّي لا أجد في نفسي لأحد من المسلميمين غشّا, ولا أحسده على شيء أعطاه الله إيّاه “Tidak ada kelebihan selain yang kamu lihat, hanya saja tidak ada dalam hatiku rasa dendam terhadap sesama muslim dan tidak punya rasa iri (hasad) terhadap sesuatu yang Allah telah berikan kepadanya.” Lalu Abdullah bin ‘Umru berkata: “Itulah sesuatu yang engkau telah memiliki dan yang kami tidak mampu.”

Yah, mungkin teman saya ini mengirim sms dengan maksud mengurangi rasa dengki dalam dirinya. Dan itulah sebabnya dia bisa  terus produktif, tidak peduli pandangan orang lain. Hatinya tidak terbebani pandangan orang lain karena  telah mengikhlaskan kesalahan orang lain dan selalu meminta maaf apa bila menyinggung orang lain.

Ayo hilangkan kedengkian, mari produktif.

“Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

Wallahu’alam bishshowab

1209391_10201974084584464_213151132_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s