Dua Kasubdit Beda Jalan dan Beda Nasib

Alkisah, ada dua orang pejabat yang pernah saya kenal, sama-sama pejabat eselon 3, tapi beda nasib, baik saat bekerja maupun setelah pensiun. Pejabat pertama, sebut saja Pak A, bekerja di sebuah instansi Pemerintah. Beliau rajin dan ulet, sehingga diberi amanah menjabat di kantornya. Namun sayang, beliau kurang hati-hati dalam mendapatkan rejeki, sikat sana, tekan sini, sudah biasa beliau lakukan. Jadi tidak heran,harta beliau berlimpah, rumah besar tingkat dua dengan perabotan mewah. Mobil punya beberapa, motor pun mulai dari motor besar sampai motor kecil ada. Dengan dana yang dimiliki, anak2 beliau disekolahkan di sekolah prestisius dan mendapatkan pendidikan terbaik . Di waktu senggang beliau mengajak keluarga ke tempat2 rekreasi, tak jarang bertualang ke negeri tetangga. Terlihat dari pandangan tetangga dan orang yang kenal dengan beliau, beliau orang sukses, walaupun kadang ada yang mencela, kok bisa PNS kaya raya, uang dari mana? Bisnis sampinganpun tidak ada.

Pejabat kedua, sebut saja Pak B, bekerja pada instansi Pemerintah yang berbeda, tapi sama-sama eselon 3. Dengan gaji yang pas-pasan, beliau membesarkan anak2nya dengan keprihatinan. Beliau terkenal ulet dalam bekerja dan pandai membawa diri. Namun karena terlalu saklek dengan prinsipnya, beliau hanya pensiun sebagai Kasubdit, walau banyak orang menilai dengan kompetensi beliau, seharusnya bisa menjabat direktur sebelum pensiun. Pak B ini sangat dengan concern dengan pendidikan, tapi berhubung keterbatasan, hanya bisa menyekolahkan ke sekolah2 negeri biasa. Anak2nya pun terkadang tidak jajan ketika di sekolah karena keterbatasan uang. Rumahnya pun kecil dan tidak terawat. Sering teman2 kantornya geleng-geleng kepala kalau ke rumahnya, perabotan yang sudah usang, bahkan bangku di ruang tamupun sudah lusuh dan berlubang, genteng yang sering bocor ketika hujan dan  rumah yang cuma 5 tahun sekali dicat ulang. Kendaraanpun cuma ada mobil dinas, motor pun tidak punya.Untuk kuliah anak saja harus jual aset, kadang juga minta bantuan saudara yang lebih lapang rejekinya. Benar-benar perbedaaan yang timpang.

Setelah pensiun nasib kedua mantan pejabat pun berbeda. Pak A coba usaha dengan tabungan yang ada namun tampaknya kurang berhasil. Anak2 beliau entah kenapa kuliahnya kurang lancar, sehingga sulit mencari pekerjaan. Ditambah dengan gaya hidup yang tidak berubah, sedikit demi sedikit beliau harus mengurangi aset. Keadaan sulit pun menyebabkan harmoni di keluarga berkurang. Sampai suatu saat  Pak A jatuh sakit dan sempat kesulitan membayar biaya RS. Yang tadinya punya keluangan rezeki, tiba-tiba dalam kesulitan besar.

Pak B tidak demikian. Walaupun kehilangan mobil dinas yang harus dikembalikan saat pensiun, tapi karena kejujurannya, beliau masih diminta bantuannya dalam menyeleksi calon pegawai. Selain itu, anak2 beliau yang dibesarkan dalam kesulitan ternyata mudah mendapatkan pekerjaan. Mungkin kesulitanlah yang menyebabkan mereka lebih survive. Bahkan beberapa anaknya kuliah di luar negeri dengan beasiswa, suatu kebanggaan yang besar bagi Pak B. Beliau juga mendapatkan menantu orang baik-baik, dan terlihat kehidupannya anak cucunya harmonis. Terbayar semua kejujuran yang telah dilakukannya.

————————-
Ada cerita menarik tentang Pak B yang saya dapatkan dari adik beliau. Suatu saat Pak B adalah kepala bagian penerimaan dan penempatan pegawai. Untuk jabatan strategis ini, banyak sekali yang punya kepentingan, sehingga suatu saat ada yang mau menyuap beliau. Biasanya kalau orang mau kongkalingkong dengan Pak B, 99% akan surut melihat penampilan rumah yang tidak terawat. Pejabat model gini ngg butuh duit, malah jadi blunder kalo nyuap. Bisa-bisa orang yang mau dititipkan malah digugurkan.

Tapi ada seorang bapak, sebut saja Pak S yang ingin agar anak lulus ujian dan  di tempatkan di suatu daerah tertentu, mau coba-coba, namanya juga usaha. Si bapak membawa uang dalam jumlah lumayan agar urusan anaknya bisa lancar. Setelah silaturahim ke rumah Pak B, sang penyuap pun mengangsurkan amplop berisi uang yang lumayan. Pak B dengan tegas menolak dengan agak marah. Pak S pun pulang dengan tangan hampa. Namun anehnya, setelah hasil ujian di umumkan,  si anak ditempatkan sesuai yang diinginkan. Pak S pun silaturahim kembali ke rumah Pak B dan meminta maaf atas kejadian sebelumnya. Pak B mengatakan kalau penempatan itu sesuai hasil ujian saja, dan beliau tidak dendam terhadap kejadian terakhir.

Gusti Allah mboten sare, Allah tidak tidur. Saya kadang suka berpikir, kenapa ya orang-orang jahat itu kok kaya-raya, berkuasa dan hidup senang. Jawabannya mungkin karena Allah akan membalas kejahatannya melalui anak dan keturunannya. The logic behind this argument is…. Pernahkah kita sebagai orangtua bersedih karena anak yang sakit? Bahkan kekhawatiran kita jauh lebih besar daripada kalau kita yang sakit. Kalau balasan kejahatan itu cuma ke kita, tidak akan terlalu berat, tapi kalau kita mendapati anak-anak kita tidak sukses hidupnya, keluarganya tidak rukun, berselisih dalam memperebutkan harta, ‘hukuman’ itu terasa berlipat-lipat.

Semoga Allah memelihara kita dari harta yang tidak berkah, Aamiin YRA…

“Berani Jujur Itu Keren Loh, puasa nih, saya ngg boong, hehehe”

Wallah’alam bishshowab
——————————————————————
Hadis tentang suap dan hadiah :

Telah datang hadits dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim : Abu Humaidi Assa’idy Rhadiyallahu ‘anhu . berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam . mengangkat seorang pegawai untuk menerima sedekah/zakat kemudian sesudah selesai, ia datang kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam . dan berkata, “Ini untukmu dan yang ini untuk hadiah yang diberikan orang padaku.” Maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam . bersabda kepadanya, “Mengapakah engaku tidak duduk saja di rumah ayah atau ibumu apakah di beri hadiah atau tidak (oleh orang)?” Kemudian sesudah shalat, Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam . berdiri, setelah tasyahud dan memuji Allah selayaknya, lalu bersabda. “Amma ba’du, mengapakah seorang pegawai yang diserahi amal, kemudian ia datang lalu berkata, “Ini hasil untuk kamu dan ini aku berikan hadiah, mengapa ia tidak duduk saja di rumah ayah atau ibunya untuk menunggu apakah ia diberi hadiah atau tidak?. Demi Allah yang jiwa Muhamad di tangan-Nya tiada seorang yang menyembunyikan sesuatu (korupsi), melainkan ia akan menghadap di hari kiamat memikul di atas lehernya. Jika berupa onta bersuara, atau lembu yang menguak atau kambing yang mengembik, maka sungguh aku telah menyampaikan.” Abu Humaidi berkata, “kemudian Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam ., mengangkat kedua tangannya sehingga aku dapat melihat putih kedua ketiaknya.”

<another repost menyambut bulan penuh berkah, Ramadhan 1434 H.>

<Kisah ini adalah kisah nyata dengan maksud mengambil pelajaran, dan tidak dimaksudkan untuk menceritakan kekurangan orang lain. So, tolong  jangan dikonfirm siapa orang yang saya ceritakan di atas ya🙂 > 

5 thoughts on “Dua Kasubdit Beda Jalan dan Beda Nasib

  1. Siipp…pelajaran berharga…Saya juga punya kisah yg agak mirip dg kisah di atas…tp ini lebih kepada birrul walidain…durhaka kpd ortu..yg menyebabkan ketidakberkahan pada kehidupan keluarganya dan anak cucu keturunannya…Semoga kita diberi kejernihan hati untuk belajar dr kejadian2…Amiin

  2. kira-kira kalau mau jadi pns yang jujur itu gmana ya caranya? krn kl di birokrasi udah sistemnya sprti itu, lingkungn juga begitu.. kl mau menolak harus kuat2 dimusuhi, dari mulai kuitansi hotel, laporan yg mngada-ada, sampai kegiatan rkayasa..betul kan? apa kl pindah ke jalur pns dosen akan lebih aman ya? boleh dnk minta tips2nya untuk jadi pns jujur..
    sudah masuknya susah payah melalui ujian yg sainganya beratus2, masa sudah masuk harus ga tenang kerjanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s