Tips Mendapatkan Beasiswa ala Ustad Yusuf Mansyur

survival-scholarship-icon-

Secara teori, berburu beasiswa sebenarnya mudah saja. Syarat pertama adalah kita harus bisa ‘menjanjikan’ kalau kita punya potensi untuk berprestasi selama studi (IP degree sebelumnya bagus, TOEFL/IELTS tinggi dan tema riset yang menarik). Syarat kedua adalah setelah lulus kita menjadi lulusan yang punya peran besar (recommendation letter dari orang berpengaruh dan statement of purpose yang original. Untuk teman-teman PNS, biasanya punya keuntungan di sini karena peran sebagai Pemerintah yang cukup vital). Tapi kadang, walaupun kita sudah memenuhi persyaratan yang ada, ada saja non teknis yang mengganjal. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman bagaimana mempermudah jalan beasiswa, tapi membahas non teknisnya, karena saya pikir tulisan tentang tips secara teknis sudah cukup banyak.

Akhir Maret 2012
Untuk mendapatkan beasiswa, biasanya kita diminta untuk terlebih dahulu memiliki LoA (Letter of Acceptance) dari universitas yang dituju. Untuk mendapatkan LoA dari Hiroshima University, selain beberapa syarat lain, butuh 2 rekomendasi dari dosen dan 1 dari kantor. Dua sudah ada, namun dari kantor siapa ya? Kasie saya ngg mungkin sebab perlu jabatan yang cukup tinggi agar surat kita berbobot. Kasubdit saya baru ganti saat saya tugas belajar, jadi belum kenal banget. Posisi Direktur sedang kosong, jadi satu2nya yang paling mungkin Dirjen, tapi masa surat rekomendasi dari Dirjen, apa ngg ketinggian? Lagian saat Bu Dirjen baru masuk, saya sudah tugas belajar S2,jadi ngg terlalu kenal juga. Tapi setahu saya Bu Dirjen yang satu ini saya peduli dengan pendidikan dan setelah saya cari info, beliau juga beberapa kali membuatkan surat rekomendasi ke mantan anak buahnya. Bismillah, dengan modal nekad, saya minta beliau membuatkan surat rekomendasi.

Saat itu beliau sedang sibuk dengan rapat-rapat marathon dari pagi sampai tengah malam, maklum ada rencana kenaikan harga BBM per April. Namun karena kepedulian beliau, masih sempat2nya meluangkan waktu mewawancarai saya untuk pengisian surat rekomendasi, salah satu kemudahan yang tidak saya bayangkan sebelumnya. Perijinan sekolah pun menjadi lancar di luar dugaan, sebab saya baru saja pulang, kok bisa diijinkan sekolah lagi. Walaupun saya ingat kami sedikit ‘berdebat’ tentang aturan kepegawaian untuk tugas belajar pegawai , namun akhirnya beliau ‘mengalah’ dan saya pun diijinkan kembali sekolah setelah hanya 1 tahun kembali bekerja. Alhamdulillah.

Mei 2012
Tidak berapa lama, LoA dari Hiroshima University keluar. Beasiswa internal dari Kementerian ESDM adalah beasiswa yang saya inginkan, maka sayapun berkonsultasi dengan pengelola beasiswa internal di kantor saya bagaimana cara mendapatkan beasiswa tersebut. Di luar perkiraan, ternyata beasiswa internal ESDM tahun itu (2012) kemungkinan besar ditiadakan disebabkan masalah penganggaran, padahal untuk mendapatkan beasiswa lain seperti Monbusho, usia saya sudah lewat . Akhirnya saya coba cari2 jalan lain, beasiswa World Bank, IDB dan lainnya, dan ternyata sebagian besar beasiswa S3 hanya untuk akademisi, so peluang saya mengecil.

Bukan cuma itu saja, LoA Hiroshima University juga ternyata punya batas waktu, cuma berlaku beberapa bulan saja dan itu berarti peluang saya makin kecil untuk kuliah tahun ini. Dengan waktu yang sebentar, sulit sekali mendaftar pada suatu beasiswa dan diterima dalam jangka waktu 3 bulan sesuai masa berlakunya LoA.

Juli 2012
Setelah menyadari kalau usaha saya mencari beasiswa tahun ini sepertinya mustahil, saya teringat suatu saat pernah membaca kisah 3 orang beriman yang terjebak di gua dalam hadist yang diriwayatkan Imam Bukhori Muslim. Jadi membuat saya berpikir, apa bisa ya tawasul dengan amal sholeh kita? Dalam hadis tersebut, ketiga orang soleh itu menggunakan amal2 terbaik mereka yang cukup unik, yang pertama berbakti pada orangtua, yang kedua menghindari zina dan yang terakhir mengembalikan harta orang lain. Terus, kalau saya pake amal yang mana ya?

yusufSetelah berpikir2 dan menyadari kalo amal saya kayaknya belum berbobot dan terinspirasi dengan konsep sedekahnya Ustad Yusuf Mansyur, maka saya berpikir untuk bersedekah. Saya ingat salah satu kerabat punya keinginan kuliah dan saya selalu mendorong untuk melanjutkan studi namun belum tergerak untuk membantu. Bukan tidak mau, namun karena menurut hitungan saya, kemampuan financial saya belum cukup. Namun teringat dengan pesan Ustad Yusuf Mansyur, saya pun agak2 nekad membayari kuliahnya walaupun belum tahu nanti bayar semesternya bagaimana. Hitung2an manusia menunjukkan, kalau dengan penghasilan sekarang dan membiayai 3 orang anak dan ditambah membiayai kerabat saya kuliah, maka bukan hanya pas-pasan, malahan keuangan saya akan sedikit defisit. Ya sudah, bismillah, toh itukan matematis manusia.Dan sayapun bertawasul agar amal ini mempermudah saya mendapatkan beasiswa S3 tahun depan.

Agustus 2012
Dengan kondisi yang ada, saya tadinya mengira paling cepat  akan mendapatkan beasiswa tahun depan, yaitu sekitar Oktober 2013.Namun ternyata ada setitik cahaya cerah. Setelah beasiswa internal sepertinya mustahil,tiba-tiba saya punya ide untuk bertanya secara formal ketersediaan beasiswa ke pejabat pengelola beasiswa melalui surat resmi dari atasan. Selain itu saya juga tidak sengaja mengetahui adanya beasiswa JISPA (Japan IMF Scholarship Program for Asia) dan mencoba memenuhi syarat2 administrasinya.

IMF Scholarship

Tidak berapa lama ternyata turun pengumuman kalau beasiswa ESDM tahun ini kembali diadakan (mungkin karena membaca surat dari kantor saya), padahal tadinya pintu sudah tertutup. Dan pada saat bersamaan saya dinyatakan lulus seleksi administratif dan mendapatkan jadwal interview dengan IMF Jepang sebagai tahap akhir beasiswa.

November 2012
Alhamdulillah, singkat kata akhirnya saya mendapatkan dua beasiswa untuk masuk ke Hiroshima University, suatu kenyataan di luar dugaan. Walaupun saya tidak bisa bergabung ke kampus per Oktober 2012, namun kedua beasiswa itu bersedia menunggu sampai saya mendapatkan LoA pada periode berikutnya. Is that amazing?

فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

——————————————————————————————-

17

Diriwayatkan dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda,’Pernah terjadi pada masa dahulu sebelum kamu. Tiga orang berjalan-jalan hingga terpaksa bermalam didalam sebuah goa. Tiba-tiba ketika mereka sedang berada didalam goa itu jatuhlah sebuah batu besar dari atas bukit dan menutupi pintu goa itu hingga mereka tidak dapat keluar.
Berkatalah mereka,’Sungguh tiada sesuatu yang dapat menyelamatkan kalian dari bahaya ini kecuali jika kalian berdoa kepada Allah dengan (perantara) amal-amal shaleh yang pernah kalian lakukan dahulu. Maka berkata seorang dari mereka,’Wahai Allah dahulu saya mempunyai ayah dan ibu dan saya biasa tidak memberi minuman susu pada seorang pun sebelum keduanya (ayah-ibu), baik pada keluarga atau hamba sahaya. Pada suatu hari saya menggembalakan ternak ditempat yang agak jauh sehingga tidaklah saya pulang pada keduanya kecuali sesudah larut malam sementara ayah ibuku telah tidur. Maka saya terus memerah susu untuk keduanya dan saya pun segan untuk membangunkan keduanya dan saya pun tidak akan memberikan minuman itu kepada siapa pun sebelum ayah ibu. Lalu saya menunggu keduanya hingga terbit fajar, maka bangunlah keduanya dan minum dari susu yang saya perah itu. Padahal semalam anak-anakku menangis didekat kakiku meminta susu itu. Wahai Allah jika saya melakukan itu semua benar-benar karena mengharapkan keridhoan-Mu maka lapangkanlah keadaan kami ini. Lalu batu itu pun bergeser sedikit namun mereka belum dapat keluar darinya.

Orang yang kedua berdoa,’Wahai Allah saya pernah terikat cinta kasih pada anak gadis pamanku, karena sangat cintanya saya selalu merayu dan ingin berzina dengannya akan tetapi ia selalu menolak hingga terjadi pada suatu saat ia menderita kelaparan dan datang minta bantuan kepadaku maka saya memberikan kepadanya seratus duapuluh dinar akan tetapi dengan perjanjian bahwa ia akan menyerahkan dirinya kepadaku pada malam harinya. Kemudian ketika saya telah berada diantara dua kakinya, tiba-tiba ia berkata,’Takutlah kepada Allah dan jangan kau pecahkan ‘tutup’ kecuali dengan cara yang halal. Saya pun segera bangun daripadanya padahal saya masih tetap menginginkannya dan saya tinggalkan dinar mas yang telah saya berikan kepadanya itu. Wahai Allah jika saya melakukan itu semata-mata karena mengharapkan keredhoan-Mu maka hindarkanlah kami dari kemalangan ini. Lalu batu itu pun bergeser sedikit namun mereka belum dapat keluar.

Orang yang ketiga berdoa,’Wahai Allah dahulu saya seorang majikan yang mempunyai banyak buruh pegawai dan pada suatu hari ketika saya membayar upah buruh-buruh itu tiba-tiba ada seorang dari mereka yang tidak sabar menunggu dan ia segera pergi meninggalkan upah, terus pulang ke rumahnya dan tidak kembali. Maka saya pergunakan upah itu sehingga bertambah dan berbuah menjadi kekayaan. Setelah beberapa waktu lamanya buruh itu pun datang dan berkata,’Wahai Abdullah berilah kepadaku upahku dahulu itu?’ Saya menjawab,’Semua kekayaan yang didepanmu itu adalah dari upahmu yang berupa onta, lembu dan kambing serta budak penggembalanya itu.’ Orang itu berkata,’Wahai Abdullah kau jangan mengejekku.’ Saya menjawab,’Saya tidak mengejekmu.’ Lalu diambilnya semua yang disebut itu dan tidak meninggalkan satu pun daripadanya. Wahai Allah jika saya melakukan itu semua karena mengharapkan keredhoan-Mu maka hindarilah kami dari kesempitan ini. Tiba-tiba batu itu pun bergeser hingga mereka dapat keluar darinya dengan selamat.” (HR. Bukhori Muslim)

Referensi*:

http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/tawassul-dengan-amalan-sholeh.htm

http://muslimah.or.id/aqidah/memahami-tawassul.html

gambar diambil dari http://bit.ly/1koDNbc , dakwatuna.com, dan http://bit.ly/1nbWdec

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s