Buat Apa Sekolah?

Pertanyaan ini benar2 diucapkan bos saya (kemungkinan baru baca surat permohonan saya di mejanya) ketika tak sengaja berpapasan di lift kantor. Ketika lift terbuka dan beliau melihat saya di depan lift, langsung beliau berkata, “Luthfi, kamu mau sekolah lagi ya? Buat apa?” diucapkan dengan gaya Jawa Timuran yang sering nembak langsung, hehehe. Karena tidak menyangka ditanya seperti itu, saya pun melongo saja, tidak sanggup menjawab pertanyaan sampai lift tertutup kembali.

Pulangnya saya jadi kepikiran, buat apa ya sekolah lagi? Apa motivasi saya karena karir? Ingin dibilang pintar? Biar nama di kartu nama semakin panjang? Atau apa? Hmmm, saya kemudian mencoba berdiskusi dengan diri saya sendiri dan mencoba menggali, motivasi apa yang ada dalam diri saya. Bukan apa2, dengan PhD program yang berat ditambah kemampuan pas-pasan begini, saya harus punya motivasi yang benar dan kuat sehingga bisa selesai dengan baik dan bermanfaat bagi dunia akhirat saya.

Ketika memikirkan hal itu, saya teringat masa-masa waktu bekerja di sebuah bank syariah, pekerjaan yang sangat mulia dan nikmat; kerja dimulai dengan doa pagi bersama, angkat telepon mengucapkan salam, pengajian tiap seminggu sekali. Menjadi mujahid ekonomi syariah adalah sebuah karir yang ideal karena peran strategis dan lingkungan yang terjaga, Insya Allah selamat dunia akhirat🙂. Namun saya akhirnya memutuskan untuk menjadi PNS dengan motif ingin cari beasiswa. Hmm, motivasi pendidikan mengalahkan kenyamanan.

Akhirnya, setelah merenung cukup lama, terbuka juga pikiran saya. Motivasi itu mungkin terinspirasi dari pesan orangtua yang secara tidak langsung sampai ke saya. Orangtua saya adalah salah seorang tokoh Muhammadiyah di Pasar Minggu, dari dulu sampai sekarang, sering ada orang datang untuk sekedar silaturahim ataupun berkonsultasi banyak hal. Nasihat yang paling sering diutarakan orangtua kepada yang datang adalah pentingnya masalah pendidikan. Beliau mengutip nasihat Ali bin Abi Thalib RA : “Sesungguhnya ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.” Nasihat inilah yang mungkin masuk ke alam bawah sadar saya sehingga walaupun kemampuan pas-pas an, saya punya keinginan kuat untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Simple saja, agar ilmu bisa menjaga saya dalam hidup di dunia ini, Insya Allah…

Semoga Allah memberikan kemudahan kepada hamba-hambanya yang berjihad untuk mencari keridhoannya.Aamiin YRA…

2 thoughts on “Buat Apa Sekolah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s