HNW dan Subsidi BBM

Hari-hari ini sedang ramai dibahas rencana Pemerintah mengurangi subsidi BBM. Ada yang pro, banyak yang kontra. Saya belum ingin membahas substansinya, cuma ingin share saja tes wawancara masuk ESDM waktu tahun 2005-2006.

Ngg nyambung ya? biarin aja, hehehe. Ok, lanjut cerita tentang wawancara. Waktu itu ada 3 kandidat untuk satu posisi, saya, dan dua lagi dari lulusan PTN Bandung dan Semarang (hmm, kelas berat nih saingannya). Karena saya dipanggil duluan, saya ngg tau apa yang ditanya. Bisik2 pas teman Jur Tekim, ditanyanya masalah kilang, LNG, LPG, yang menurut saya ngg mungkin dari jurusan TI ditanya masalah teknis seperti itu.Kalau untuk saya, pasti hubungannya dengan ekonomi.

Udah, PD aja kali ya. Ada 2 pewawancara, dan setelah pertanyaan basi-basi, masuklah pertanyaan inti.

Pewawancara 1 : Kamu setuju ngg rencana Pemerintah mengurangi subsidi BBM?
Saya : (saya ingat kata teman, berpikirlah seperti Pemerintah, tapi alasan harus rasional)
Saya setuju banget Pemerintah menaikkan harga BBM.
Pewawancara 1 dan 2 (tampangnya ngg nyangka kalo jawabannya itu). KOk bisa setuju?
Saya : Saya mengutip pendapatnyanya HNW (balon gub DKI, waktu itu Ketua MPR). Beliau mengatakan, sepanjang kompensasinya bisa meringankan warga miskin, beliau setuju. Toh subsidi kita banyak yang salah sasaran, jadi harus dibenahi. Populer tidak berarti benar kan?

Pewawancara 1 &2 : (sepertinya ngg percaya sama jawaban saya, mulailah mereka iseng2 bertanya yang saya belum duga) Dulu kuliah dimana ya Mas, apa ngg pernah demo kenaikan BBM? Sambil lihat2 CV saya. Tuh kan, lulusan UI lagi tukang demo nih (katanya dengan nada seperti berhasil menemukan sesuatu yang bisa menjatuhkan)

Saya : (Ups, kaget juga ditanya seperti itu). Iya Pak, saya sering demo ke Istana, kata saya. Tapi tentu sekarang beda, saya bukan lagi mahasiswa. Mahasiswa itu oposisi permanen, jadi apapun kebijakannya, pasti ada demo. Itu sekedar mengawal agar kebijaknnya pro rakyat dan segala konsekuensi dari kebijakan sudah dipikirkan Pemerintah dan dilaksanakan, bukan hanya di atas kertas. Pemerintah kan memerintah, harus tegas mengambil kebijakan apa, biarkan rakyat menilai, DPR mengawasi, mahasiswa mengawal.

Pewawancara1&2 : (tampangnya puas), OK kalau gitu, wawancara selesai.
Saya : (Alhamdulillah, bisa memberikan jawaban terbaik, terima kasih HNW atas idenya. Eh, ini bukan promosi balon Gubernur ya, heheheh)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s