Jujur Itu Mahal

Tiap tahun Senat Mahasiswa FTUI (sekarang berganti jadi BEM FTUI)mengadakan Kerja Sosial, biasanya sih membangun prasarana MCK di daerah terpencil. Tahun saat saya jadi maba, Kersos diadakan di daerah Sukabumi bagian timur kalo tidak salah. Sayangnya saat itu SMFTUI masih dalam masa kejahiliahan, sehingga sering acara2 kurang memperhatikan waktu sholat; misal acara pelepasan pas waktu sholat zhuhur, dideket musholla pula.
Jadi, saya dan seorang teman memilih sholat di Mustek terlebih dahulu sebelum berangkat, alhasil (di luar perhitungan sebenarnya) kita tertinggal rombongan. Namun karena itulah cerita tentang kejujuran bisa terjadi. Singkatnya, karena tertinggal, kamipun menyusul dengan pengetahuan terbatas tentang daerahnya dan ngg tau (payah ya ?) kalo ternyata yang nama Kersos pasti diadakan didaerah minus, dan daerah minus biasanya terpencil so pasti susah transportasinya. Sesampainya di Sukabumi ternyata harus naik angkot sampai habis dan naik ojek. Akibatnya, uang di dompet yang cuma segitu-gitunya ludes untuk transport, padahal belum sampai tujuan. Untungnya teman mengatakan masih punya uang, sehingga kita memutuskan lanjut saja.
Sampai di ujung aspal, ada beberapa tukang ojek yang menawarkan jasanya. Pas kami tanya lokasinya, langsung pada mundur dengan alasan terlalu jauh. Akhirnya seorang anak muda yang kasihan melihat kami sudah jauh2 berusaha menyusul rombongan menyanggupi. Kami bertigapun naik Yamaha RX King miliknya. Wah, ternyata benar2 jauh, naik motor saja kurang lebih ½ jam dengan jalan pegunungan naik-turun, berbatu dan juga penuh lumpur, bertiga pula. Beberapa kali motor terjebak di lumpur dan kami harus turun sebentar agar dapat melanjutkan perjalanan.
Alhamdulillah, akhirnya sampailah dilokasi, dan dialog pun terjadi

Saya : Jadi berapa bang ongkosnya?
Abang : Berapa ya, dulu sih saya pernah nganter kesini dibayar 20rb satu orang. Tapi karena mahasiswa, 20rb aja gpp.
Saya : Wah mahal ya (ngg nyangka semahal itu, tahun 1996 tuh), gimana nih, sambil diskusi dengan teman saya itu. Saya sudah katakan dari awal tidak bawa uang, jadi dibayari dulu dari teman saya
Teman : Kang, saya cuma punya uang segini, sambil mengulurkan uang 11 rb .
Abang : Yah, kurang nih…..Tapi ya sudah deh kalo ngg ada.

Singkat cerita, kersos pun selesai dan kamipun pulang. Kira-kira dua minggu kemudian teman saya pun bercerita kalo minggu lalu dia kembali ke Sukabumi. Saya pun kaget, ngapain kesana lagi? Membayangkan sulitnya jalan kesana sudah bikin kepala pusing.

Dia bilang waktu itu dia berbohong kalo ngg punya uang, sebenarnya ada, tapi takut butuh pas kersos, jadi ngakunya cuma punya 11 rb. Tahu apa yang dia lakukan? Dia kembali ketempat waktu itu tukang ojek mangkal, dan mencari tukang ojek yang mengantar kami. Ternyata tidak langsung ketemu . Tapi teman saya ini masih berupaya menunggu sekitar 3 jam. Alhamdulillah, ternyata ketemu juga si tukang ojek dan sempet terheran2 si tukang ojek. Tadinya ngg mau menerima uang 9 ribu sisa pembayaran, tapi akhirnya mau juga setelah di paksa teman saya itu.
Ya Allah, cuma 9rb, harus kembali ke pelosok (padahal ongkosnya jauh lebih mahal)untuk mengembalikan uang itu. Subhanallah, speechless saya mendengar ceritanya ….,
Semoga bisa diambil hikmahnya

Saijo , 11 Juli 2011…

Gambar diambil dari http://ezot-kidsrace.blogspot.com/2010/11/jalan-jalan-paling-rumit-di-dunia.html

One thought on “Jujur Itu Mahal

  1. Luar biasa ceritamya. Semoga anda dan teman2 anda bisa di tempatkan di derajat yang lebih tinggi untuk membantu sesama. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s