Standarisasi Fasilitas Lembaga Negara

Teriris hati saya ketika membaca berita sebuah keluarga harus tinggal di kandang ayam karena tidak mampu lagi membayar kontrakkannya; apalagi pada saat yang bersamaan sedang dibicarakan rencana pembangunan Gedung DPR yang baru. Ada yang pro, banyak yang kontra. Memang jelas bahwa gedung yang sudah berumur itu perlu renovasi yang cukup mendasar mengingat keadaannya yang sudah tidak layak sebagai gedungnya lembaga negara. Namun, ada yang berpendapat apakah wajar biaya yang cukup besar itu; selain tentu saja adalah lumrah di negara korup bahwa segala proyek berarti pemasukan bagi segolongan tertentu.
Bagi saya, murah dan mahal adalah relatif,namanya juga kata sifat. Artinya, sebenarnya tinggal dibandingkan saja dengan gedung milik negara lainnya, atau juga milik BUMN. Apakah jadi mahal bila dibanding dengan gedung BI yang megah di jalan Thamrin itu? Dari kenyataan di atas, daripada menunda atau menolak pembangunan, menurut saya lebih penting bagi kita untuk memiliki standarisasi fasilitas milik negara, sehingga kontroversi ini tidak perlu ada. Sebelumnya, tentu kita masih ingat juga dengan kontroversi Toyota Crown milik para menteri yang jadi pro kontra sekian lama.
Untuk masalah kendaraan dinas, menarik sekali yang dicontohkan oleh pimpinan KPK; bahwa mobil dinas pimpinan mereka ‘cuma’ Kijang Innova. Alasan yang dikemukakan pun cukup masuk akal, bahwa mereka memilih mobil itu karena dirakit di dalam negeri, sehingga tidak seperti kendaraan built up, mobil dinas ini berkontribusi terhadap produk domestic bruto (PDB) Indonesia.
SBY (akhirnya) juga berkomentar terhadap rencana pembangunan sembilan gedung pemerintah (DPD,BPS,Kemenkeu,BPK,Kejagung,Kemendiknas,KPPU,MA,Kemenkes ) bernilai di atas Rp. 100 M. Tapi, tentu berbicara tidak cukup, perlu ada langkah konkrit untuk mengakomodir kenyataan bahwa belanja Pemerintah sudah tidak efisien. Jangan sampai gedung DPR tetap tidak terawat, sementara gedung Pemerintah lainnya gemerlap.

Menurut saya pengaturan tersebut paling tidak mengatur tiga hal:

1. Nilai versus Kegunaan
Menurut saya tidak boleh terlalu mahal, yang terpenting adalah kegunaannya. Mobil misalnya, kalo yang 200 juta an sudah bagus, buat apa 500 juta? Kenapa kendaraan dinas harus berbeda antara eselon 4 dengan eselon 1 atau menteri? Yang penting kan kegunaannya, bukan prestisenya. Berbeda dengan kendaraannya para pengusaha, makin mahal maka makin mendukung bisnisnya (bisa membantu meyakinkan orang lain), sedangkan kendaraan dinas, makin mahal, makin membuat jengkel sebagian rakyat yang kehidupannya sulit.

2. Berlaku semua lembaga negara dan juga BUMN.
Jangan hanya Toyota Crownnya Menteri atau gedung DPR saja yang distandarkan, perlu juga diatur BUMN dan lembaga negara lainnya (misalnya BI). Saya masih ingat ketika JK mengkritik terlalu luasnya ruangan Gubernur BI sehingga bisa bermain sepakbola di dalamnya. Punya jaringan IT yang handal tentu sangat penting untuk bank sentral, namun apa kemewahan ruangan itu perlu? Begitu juga dengan BUMN yang berlomba2 menfasilitasi pejabatnya secara berlebihan.

3. Mengutamakan produk dalam negeri
Penting bagi kita untuk mengutamakan produk dalam negeri, bukan cuma slogan. Saat ini umum bagi PNS dan pegawai BUMN menggunakan batik tiap hari Jum’at, mungkin bisa juga diatur oleh Pemeirntah untuk mewajibkan para pegawainya menggunakan produk dalam negeri ketika bekerja, termasuk di dalamnya menyediakan barangnya mengingat banyak keluhan sulitnya mencari produk dalam negeri yang berkualitas.

Saya kira, kalau saja bisa dilakukan, tentu Pemerintah segenap perusahaan dan lembaga negara akan lebih dicintai rakyat dan sekaligus memajukan perekonomian kita. Teringat saya kisah sang khalifah Umar bin Khattab ketika akan menerima kunci kota Yerusalem dari Uskup Sophronius. Apakah yang ada di benak para pemimpin Yerusalem ketika menjemput sang khalifah, ternyata didapatinya sang khalifah menaiki kuda bergantian dengan pengawalnya dan bajunya yang lusuh? Apakah jadi terhina, dinilai miskin dan kampungan? Atau malah mulia dan dicintai rakyatnya?
Wallahu’alam bishshowab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s