Sial jadi Laki-Laki (Godaan Summer)

Sial. Dingin-dingin begini bisa-bisanya pake rok mini, naik sepeda pula. Itu berarti kalau saja saya berangkat dari apato dengan keimanan lagi anjlok, dapat dipastikan 20 menit bersepeda berarti menambah kerjaannya malaikat Atid. Sial jadi laki-laki. Enak ya jadi perempuan, ngeliat pemandangan seperti itu ngg dosa dan ngg menarik pula. Dan sepertinya belum pernah saya melihat laki-laki ke kampus naik sepeda pake rok mini. Kalau pun ada pasti cuma bikin mual aja.:-)

banci naik sepeda

Tapi, itu sebelum saya membaca status seorang teman di FB

“Aku kalau jalan dg cowok, misalnya…suka terlintas di benak, aku dan dia pakaiannya sama, yg tertutup sama, tp ini aku lagi buat dosa karena aku ga pake jilbab, sedangkan dia ngga…hehehehe”

Saya jadi berpikir lagi, lebih enak mana ya? Coba saya gunakan imajinasi saya…

Kalo saya wanita (sebut saja Luthfiah) maka secara naluri saya ingin memamerkan kelebihan tubuh saya. Saya ingin dibilang ‘rambut kakak bagus deh’, seksi banget sih kamu dsb. Jadi bisa membayangkan sulitnya seorang wanita untuk menggunakan jilbab, karena ‘melawan’ naluri dari dalam dirinya untuk show off.

Ternyata tidak itu saja tantangannya. Coba bayangkan, seorang muslim bersepeda ke kampus…ehmm. Kalo saya orang Jepang, melihat Luthfi yang sedang bersepeda pandangannya mungkin begini. Cowok ganteng ini pasti dari Asia Tenggara. Berjenggot? Pasti penggemar music Rock. Seringnya ngg ketauan kalo muslim kecuali kalo sudah tau namanya.

Kalo Luthfiah yang lewat, maka orang memandangnya, oh, itu cewek beragama Islam, kok bodoh banget sih, rambut indahnya ditutup kain, tubuh indahnya ngg keliatan. Ajaran agamanya pasti penuh mistik nih. Dan agamanya pasti sesat, mana ada ajaran bener kalo negaranya miskin padahal kaya sumber daya. Mana mungkin bener kalo negara yang mayoritas muslim, banyak koruptornya dan sekarang lebih terkenal lagi karena banyak bencana alam. Harus ibadah 5 kali sehari lagi, ngg boleh makan babi (yang dah murah, enak pula), ngg boleh minum sake. Padahal, agama kan harusnya ngg ribet gitu, yang penting hatinya baik. Paling tidak ada PR bagi Luthfiah untuk menjelaskan dengan bahasa yang dipahami mengapa ajaran yang benar itu begitu rumit dan ngg ada dampak positifnya pula di Indonesia. Enakan jadi Luthfi, paling ditanya lagu rock yang lagi ngetrend…

Wah, ternyata sama ngg enaknya ya jadi Luthfi atau Luthfiah. Pas kebeneran, saya ketemu ayat ini:

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka memelihara pandangannya, dan memelihara kemaluannya dan janganlah menampakkan perhiasannya perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat.”

(QS Annur 24 : 30-31)

Pantes aja berdampingan, menjaga pandangan dan menutup aurat, wong sama susahnya…Ribet y jadi muslim. Yah namanya juga pengen masuk surga, ya berat lah…

Tapi kalo dipikir2, kalo saja surga bisa dibeli, berapa yen yang anda mau bayarkan?(masih ingetkan konsep Willingness to Pay / WTP?)  Kalo di Alqur’an jelas, WTP nya itu lebih dari emas sepenuh bumi.

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak itu). Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (Q.S. Ali ‘Imran: 91)

Berapa Yen ya, emas sepenuh bumi? Kalo harga emas Rp. 200rb per gram, berarti (WTP) kita tergantung berat bumi. Kalo masa jenis bumi 1 kg/meter2, maka WTP kita untuk masuk surga  = phi x (radius bumi)2 X 1 X 1000 X 200 X kurs tengah BI yen/rupiah dan hasilnya = banyak banget Yen.

Dan itupun belum cukup juga.

Dah gitu,  itu yen ono duiteyen ora ono kaya di akhirat, gimana bayar ya?(bisa kali kalo minjem sama malaikat. Paling malaikat bilangnya okane ja arimasen)

Salah satu cara membayarnya adalah dengan berjilbab dan menjaga pandangan (bagi Luthfiah dan teman2) dan menjaga pandangan (bagi Luthfi dkk). Susah ngg? Ya susah lah, kan senilai emas sebumi.

Pesan buat saya dan laki2 lainnya : marilah kita menjaga pandangan kita, kalo terlupa, mohonlah ampun kepada-Nya dengan beristighfar

Pesan buat kawan-kawannya Luthfiah yang belum berjilbab:

Berjilbab itu wajib seperti wajibnya sholat,, jadi pakailah. Jangan mengira harus sempurna dulu ibadah baru berjilbab, kita manusia, bukan malaikat, ngg mungkin sempurna. Logikanya, masa kita jadi baik dulu baru sholat, kan ngg? Justru dengan sholat kita diharapkan jadi baik….And…jangan lupa, keragu-raguan pada perbuatan baik itu datangnya dari setan.

Pesan juga buat teman2 yang sudah berjilbab:

Menurut saya, laki2 kurang tertarik dengan rambut, so kalo teman2 ‘cuma’ menutupi rambut saja namun (maap aga pulgar) lekuk tubuh  yang indah itu belum tertutup dengan sempurna, kayaknya perlu di modif sedikit jilbabnya.

Sesuai dengan ayatnya kan jilbab itu menutupi dada. Yang pasti, ngg mungkin sempurna tidak terlihat, namanya kita bergerak, pasti kadang nampak juga. Tapi usaha kitalah yang dinilai. Betul tidak ?

Wallau’alam bishhsowab,

Maap lagi ya kalo aga pulgar apalagi kalo ada yang tersinggung. Buat yang statusnya dipinjem, ngg ada royalty kan y? hihihi

———————————-

Di apato yang mulai dingin, tumben ngg bisa menyalurkan hobby dengan baik, alias ngg bisa tidur…

Daripada bengong, latihan menulis ah, biar pas nulis thesis jadi lancar, hehehehe

Semoga ada gunanya…

gambar diambil dari http://goo.gl/vjlUQT

(Rockytown D107 2010)

One thought on “Sial jadi Laki-Laki (Godaan Summer)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s