Manajemen Uang Panas

Dalam bekerja seringkali kita tidak punya pilihan lain untuk menerima uang yang bukan menjadi hak kita. Misal, suatu saat kita diundang oleh salah satu vendor yang menjadi langganan kantor. Setelah mereka selesai mempresentasikan produk terbaru mereka, mereka membagikan ampolop yang berisi uang ke semua rekan kerja termasuk kita. Tentu sulit bagi kita untuk mengembalikan uang yang kita terima pada saat rekan-rekan kita menerimanya dengan tangan terbuka. Apa yang kita lakukan dengan uang yang diberikan?

• Cobalah menolak dari awal
Ini merupakan langkah yang tepat bagi kita, karena jika kita berhasil menolak dari awal, maka kita tidak perlu bertanggung jawab terhadap uang panas yang kita dapat. Namun perlu diingat, bahwa langkah ini biasanya agak kontroversial di kalangan lingkungan yang terbiasa dengan suap menyuap. Jadi harus lihat-lihat situasi, misal kalau bos kita menerima pemberian dari rekanan, tentu tidak etis kalau kita terlihat mengembalikan amplop kepada perusahaan tersebut di depan bos kita.

Disalurkan kemana?

Menurut pandangan saya, penyaluran uang tersebut tergantung dari sumber uang itu sendiri. Ada uang panas yang seharusnya menjadi hak kantor di mana kita bekerja atau ada juga yang bersumber selain itu.

1. Uang yang seharusnya menjadi hak kantor misalnya pembuatan Surat Perjalanan Dinas fiktif atau ‘kickback’ dari suatu proyek yang dibiayai perusahaan/negara maupun bentuk pengambilan hak dari tempat kita bekerja. Misal, di lembaga pemerintah, umum dijumpai Surat Perjalanan Dinas fiktif. Pengalaman kerabat saya misalnya, beberapa kali dia tiba-tiba diminta tanda tangan dan mendapatkan uang dari pencairan SPD tanpa meminta persetujuannya sebelumnya. Menurut pendapat saya, karena uang panas seperti ini adalah hak Departemen tempat dia bekerja, penyalurannya bisa melalui pembelian kebutuhan sehari-hari kantor atau bila uang yang didapat cukup besar, bisa kita gunakan untuk membeli inventaris kantor seperti scanner, LCD, laptop dsb. Selain itu, bisa juga dengan menyetor uang tadi ke ke Rekening Perusahaan/Negara. Untuk PNS, bisa menyetornya ke Rekening Kas Umum Negara dalam Rupiah dengan no rekening 502.000000980 di Bank Indonesia. Caranya adalah dengan menyetornya dari bank umum manapun dengan tujuan bank Bank Indonesia. Cara ini cara yang paling aman bagi kita, selain kita telah langsung mengembalikan uang negara, kita juga lebih aman bila ada pemeriksaan karena bisa menunjukkan bukti setor tersebut kepada pemeriksa.

2. Kalau uang yang kita terima bersumber bukan dari tempat kita bekerja, maka kita lebih punya banyak pilihan penyaluran, bisa langsung setor balik ke rekening perusahaan tersebut (kalau tahu) atau menyumbang ke korban bencana, rumah ibadah ataupun tempat sosial lainnya.

Intinya, penyaluran uang panas itu tergantung sumber dananya. Bila uang didapat dari tempat kita berkerja, kembalikan kesana. Bila didapat dari sumber lain, kembalikan kepada sumbernya. Namun bila kedua hal tersebut sulit dilakukan, kita bisa menyalurkannya ke lembaga sosial. Wallahu’alam bishshowab.
—————-
Sebagai catatan, penting bagi kita untuk mengidentifikasikan diri kita kepada lingkungan sebagai orang yang tidak menggunakan uang panas yang diterima. Tentu ada tantangan tersendiri, namun ada juga kemudahan yang didapatkan, misal akan lebih mudah bagi kita untuk menolak uang itu dari awal dan lingkungan akan ‘mengerti’ penolakan tersebut. Selain itu, sebaiknya rekan-rekan kerja kita mengetahui kemana kita menyalurkan uang itu sehingga mungkin saja ada yang tertarik mengikuti jejak kita.

4 thoughts on “Manajemen Uang Panas

  1. Uang panas yang berasal dari negara bisa disetorkan ke Nomor dan Nama Rekening KUN (Kas Umum Negara) dalam Valuta Rupiah adalah sebagai berikut:
    Nomor Rekening 502.000000980; ( PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31/PMK.05/2012 TENTANG NOMOR DAN NAMA REKENING KAS UMUM NEGARA).

    a.

    Nomor Rekening

    :

    502.000000980;

    b.

    Nama Rekening

    :

    Rekening Kas Umum Negara dalam Rupiah.

    (2)

    Nomor dan Nama Rekening KUN dalam Valuta USD adalah sebagai berikut:

    a.

    Nomor Rekening

    :

    600.502411980;

    b.

    Nama Rekening

    :

    Rekening Kas Umum Negara dalam Valuta USD.

    (3)

    Nomor dan Nama Rekening KUN dalam Valuta Yen adalah sebagai berikut:

    a.

    Nomor Rekening

    :

    600.502111980;

    b.

    Nama Rekening

    :

    Rekening Kas Umum Negara dalam Valuta Yen.

    (4)

    Nomor dan Nama Rekening KUN dalam Valuta Euro adalah sebagai berikut:

    a.

    Nomor Rekening

    :

    600.502991980;

    b.

    Nama Rekening

    :

    Rekening Kas Umum Negara dalam Valuta Euro.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s