Zaki : Jangan banyak-banyak Yah, nanti penuh

Banyak anak banyak rezeki, pepatah itu yang saya pahami kebenarannya selama ini. Rezeki tidak selalu berbentuk harta, tapi juga berbentuk aset produktif yang meng’create’ pahala sebanyak -banyaknya. Sebut saja, Nenek Zaki yang punya 8 orang anak, saat ini dan Insya Allah sampai beliau dibangkitkan kelak, akan selalu mendapatkan banyak kebaikan selama anak2 beliau termasuk anak soleh/ah (Amien ya Rob). Enak kan🙂

Saya sendiri punya keinginan kuat untuk meneruskan tradisi anak banyak. Tapi, ibarat grafik keinginan, ada semacam budget constraint yang membatasi keinginan saya. Mulai dari usia saya dan istri yang menikah “terlambat” sampai status PNS yang cukup memberatkan dalam memproduksi anak sebanyak-banyaknya. Sebut saja, banyak anak akan mempunyai korelasi positif dengan banyak khodimat
yang juga sejalan dengan besarnya pengeluaran.

Selain itu, diskusi dengan istri belum pernah menemui titik equilibrium; saya maunya punya minimum 6 anak, istri maunya punya 4 anak. Secara gampangnya, titik equilibrium seharusnya 6+4/2 =5. Tapi
ternyata, grafik kesanggupan istri maksimum di 4,jadi ngg ada irisan grafiknya deh.

Daripada berdiskusi yang tidak menghasilkan titik temu, iseng-iseng saya tanya sama Zaki, sebagai orang ketiga di keluarga yang bisa diajak diskusi dan dianggap netral.

Ayah : Zaki mo punya ade berapa?
Zaki : Satu aja yah, jangan banyak2.
Ayah : Hah? (kok bisa jawab begitu y?)
(Dia ngg ngerti kali apa yang diomongin, jadi mending ditanya lagi)
Ayah : Jadi mo ade lagi berapa?
Zaki : Kan dah ada Hilwa Yah.
Ayah : Waduh…
Kayak Ayah dong, kan kamu jadi punya banyak tante/om
Ada tante Lita, Umi Mus’ab, tante ANi,Om Iqbal, tante Nilas, Om Isal, Om Uji.Seneng kan punya saudara banyak (mencoba membuatnya berubah pikiran)
Zaki : Jangan banyak2 Yah, nanti penuh.
Ayah : Tau aja kamu kalo rumah kita sempit.(aga2 kesel)
Zaki : Segini aja Yah, (sambil mengacungkan dua jari, dah
kayak Ketua BKKBN dalam iklan layanan masyarakat di TVRI)
Ayah : Wah, belajar dari mana kamu? Pasti Bunda sama Neneknya nih yang ngajarin!!!
(tambah dongkol)
Bunda& Nenek : Engg kok, ngg pernah ngajarin.
Ayah : Waduh, pertanda ditakdirkan punya dua anak doang nih, nasib2.

Pelajaran moral nomor 12 : Jangan bertanya kepada anak umur tiga tahun tentang jumlah anak yang diinginkan. Jawabannya hampir tidak selalu sesuai dengan keinginan.

2 thoughts on “Zaki : Jangan banyak-banyak Yah, nanti penuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s