Sharing Pengalaman : Seleksi CPNS Lewat Jalur Cum Laude tahun 2015

Capture ipFacebook page BKN hari ini menyebutkan, sudah lebih dari 200 rb orang yang mendaftar CPNS 2017, mantap…  Semoga dengan proses kompetitif dan  semakin transparan dihasilkan aparatur negara yang jujur; karakter yang semakin langka di negara kita.

Nah, berhubung tahun ini kembali dibuka jalur cum laude, ijinkanlah saya sharing pengalaman saya  (ya ngg mungkin lah) teman saya, lebih tepatnya adik kelas istri di Fakultas Administrasi UI yang masuk CPNS tahun 2015.

Si Nisa, sebut saja begitu (mau pake mawar, kok gmn gitu :-D) mengikuti Formasi Khusus Putra Putri Terbaik 2014 yang dibuka tanggal 23 September 2014.  Nah apa bedanya dengan jalur umum?

WhatsApp Image 2017-08-03 at 09.57.43 (2)

Perbedaannya Jalur Umum dan Jalur Cum Laude Pada Tahun 2015:

  1. Tentu syaratnya berbeda, pada penerimaan CPNS 2015 (yang prosesnya sejak akhir 2014), syaratnya adalah minimal IP 3,75 atau memiliki sertifikat cum laude dari kampusnya. Kampusnya pun khusus PTN dengan jurusan predikat  A.
  2. Kalau jalur umum, kita dapat melamar beberapa posisi dalam satu Kementerian dengan latar belakang pendidikan kita. Misal, saya S1 Teknik Industri bisa melamar di Kementerian XXX sebagai Analis Harga untuk pilihan 1, dan melamar Analis Ijin Usaha di Kementerian XXX (Kementerian yang sama) sebagai pilihan selanjutnya. Nah, kalau jalur prestasi, maka yang kita pilih adalah jabatannya yang sama (misal Analis Kebijakan)  namun bisa di beberapa kementerian/lembaga, misal jabatan Analis Kebijakan di ESDM sebagai pilihan pertama dan jabatan Analis Kebijakan di  Meneg PAN RB sebagai pilihan selanjutnya.

 

Perbedaan CPNS 2015 dan 2017

Untuk CPNS 2017, setelah membaca lamannya pendaftaran, sepertinya beberapa istilah diganti misalnya TKD menjadi SKD (Seleksi Kemampuan Dasar) dan TKB menjadi SKB (Seleksi Kemampuan Bidang).  Setelah itu ada wawancara. Dan untuk Mahkamah Agung, ada tambahan proses seleksi yaitu ada tes psikotesnya juga, dan juga baca kitab untuk hakim agama (btw, ayah saya dulu yang bikin soal loh sekaligus penguji baca kitab, hehehe) . Hmmm, mungkin agak lebih “serius”, soalnya hakim kan pejabat negara ya, bukan PNS.

Selain itu, kriteria kampus untuk tahun 2017 tidak ada ketentuan harus PTN, namun dari Perguruan Tinggi terakreditasi A / Unggul dan Program Studi terakreditasi A / Unggul.

Perbedaan lainnya, formasi umum untuk CPNS 2017 cuma bisa melamar 1 formasi saja dan 1 instansi saja, berbeda pada 2015. Sedangkan untuk jalur Cum Laude, ternyata juga mengalami perubahan peraturan, hanya boleh 1 formasi dan 1 instansi saja.

Nah pada CPNS 2015, tes untuk penerimaan formasi khusus putra putri terbaik ini cuma sekali tes, yaitu TKD. Tidak ada tes wawancara dan TKB. Kok ngg ada?Ngg tahu juga….

Berdasarkan pengalaman Nisa, setelah ujian TKD selesai, setelah menunggu beberapa lama, keluarlah hasilnya dan alhamdulilah selanjutnya diumumkan kelulusan pada tanggal 17 Februari 2015. Dan denger-denger sih, ada formasi cum laude yang ngg keisi, sayang ya, mungkin karena waktu itu syarat cum laude 3,75 dan dari PTN dengan jurusan predikat A itu susah ya…

WhatsApp Image 2017-08-03 at 09.55.48

 

Semoga bermanfaat…,

oh iya, untuk yang ingin mengetahui tips- tips wawancara seleksi masuk CPNS, bisa membaca tulisan saya yang lain di sini. Tips wawancara ini hitsnya paling tinggi loh di blog saya, hehehe, soalnya itu pengalaman wawancara saya dan beberapa teman PNS, susah nih ngumpulin materi wawancaranya.

 

Heboh Tarif Listrik Naik

Setelah ramai membahas karangan bunga, maka medsos mulai ganti topik ke subsidi listrik. Salah satunya postingan di atas, yang per jam 7 pagi ini sudah dishare sebanyak lebih dari 700 kali belum sehari sejak di posting.

Salah seorang teman juga berstatus : ” Mana nih mahasiswa, listrik naik diem2, tapi ngg ada aksi?” Teman yang lain posting di WAG, sambil nyolek ” Kembalikan hak kami bang Luthfi :-D”

Sebelum membahas detail tentang kebijakan subsidi listrik, mari kita lihat dulu gambar berikut:

Digambar sebelah kiri, semua orang mendapatkan tumpuan yang sama tinggi, padahal, anak yang paling pendek, tetap ngg bisa lihat pertandingan itu. Adil dalam hal ini adalah memberikan tumpuan yang lebih kepada yang paling pendek, sementara yang paling tinggi sebenarnya tidak perlu tumpuan.

Nah, bagaimana konsep energi berkeadilan dalam kebijakan subsidi listrik?

Infografis di atas menggambarkan distribusi subsidi listrik di antara kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat ini telah diurutkan dari yang termiskin (1) sampai yang terkaya (10). Misalnya, penduduk Indonesia sebanyak  260 juta orang, maka jumlah Rumah Tangga adalah sekitar 60 juta RT. Karena pembagian kelompoknya adalah dari 1-10 yaitu sepuluh kelompok, maka setiap kelompok sekitar 6 juta rumah tangga.

Menurut hasil penelitian di atas, 6 juta Rumah Tangga termiskin ternyata mendapatkan subsidi listrik sebesar 64 ribu rupiah, sedangkan 6 juta Rumah Tangga terkaya mendapatkan rata-rata subsidi sebesar 168 rb rupiah, yang berarti 262% lebih tinggi. Jadi, penggambaran subsidi listrik bahkan lebih buruk dari ilustrasi sebelumnya tentang sama rata vs adil. Secara ilustrasi bisa digambarkan seperti ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anak yang paling pendek, dengan sistem subsidi yang ada bahkan mendapatkan tumpuan yang sedikit sekali, yang paling tinggi malah mendapatkan tumpuan terbanyak. Mengapa bisa terjadi? Sistem subsidi listrik sebelumnya, diberikan kepada seluruh pengguna 450 VA dan 900 VA tanpa melihat status ekonomi pengguna. Sementara orang-orang yang lebih sejahtera, tentu memiliki alat-alat elektronik yang lebih banyak, sehingga dengan tidak langsung mendapatkan nilaiai subsidi yang lebih besar dari yang lian. Padahal  UU Energi no 30 Tahun 2007 menyatakan bahwa:

Jelas tertulis disitu bahwa dana subsidi adalah untuk kelompok masyarakat tidak mampu, sementara kenyataannya bukan cuma orang kaya menikmati juga, bahkan dapatnya lebih banyak.

Reformasi subsidi listrik:

  1. Pemerintah menaikkan tarif secara bertahap kepada 60% orang terkaya, dan tetap memberikan subsidi listrik kepada 40% dengan tingkat kesejahteraan terendah. Jadi, berita kenaikan itu benar, TAPI HANYA UNTUK ORANG MAMPU.
  2. Mungkin jadi pertanyaan, bagaimana caranya membedakan antara si kaya dan si miskin? Data yang digunakan adalah data TNP2K ( Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) yang telah mensensus seluruh 40% masyarakat miskin dan rentan miskin by name by address di seluruh Indonesia. Metode yang digunakan untuk penentuanya adalah Proxy Mean Testing (bisa digoogling untuk info lebih lanjut)
  3.   Tentu proses pendataan yang dilakukan pastilah ada kelemahan. Ada data yang seharusnya masuk, tapi tidak terdata atau sebaliknya, ada data yang seharusnya termasuk orang mampu, tapi karena kelemahan pengumpulan data malah masuk. Untuk itu dibuka posko pengaduan di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan ESDM lantai 4.
  4. Dana penghematan yang didapatkan akan digunakan salah satunya untuk pembangunan. Bisa dilihat digambar dibawah bahwa sejak 2015, dana subsidi energi makin diturunkan sementara dana infratruktur makin besar.

 

Dengan penurunan subsidi energi sampai 66,2%, tentu kita berharap infrastruktur di seluruh Indonesia terbangun dan visi energi berkeadilan dapat terwujud.

Trans Papua

Orang Tua dan Pendidikan

Ada beberapa yang saya kagumi dari orang tua dalam memandang pendidikan.

  1. Pentingnya Buku

Bapak sangat anti berhutang. Rumah misalnya, beliau beli tunai setelah sebelumnya bertahun-tahun pindah-pindah kontrakan. Cuma satu yang beliau mau berhutang: beli buku.Ngg heran kami punya banyak buku -buku mahal, misalnya ensiklopedi 26 jilid (saya lupa judulnya) yang biasanya cuma ada di perpustakaan,kami punya. Dan banyak buku-buku lain yang dibeli dengan cara mencicil.

2. Pilih Jurusan

Tidak pernah kami dipaksa harus pilih jurusan apa, mulai dari penjurusan di SMA ataupun kuliah. Diarahkan pun tidak. Walaupun tebakan saya, beliau berharap ada di antara 8 orang anaknya menjadi dokter ataupun belajar di IAIN seperti beliau.  Beliau selalu mengatakan, kamulah yang tahu dirimu sendiri dan tantangan masa depan. Bapak beda jaman dengan kamu. Well, kata-kata yang wajar bila Bapak tidak sekolah, tapi Bapak lulusan S1 dan pernah 1/2 tahun belajar bahasa Inggris di Australia, yang berarti sebenarnya banyak tahu juga dengan perkembangan ilmu. Ibu pun D3, cukup tinggi untuk ukuran jaman itu.

Jadi ingat, saya dulu pernah ngajar privat anak SMA yang dipaksa ayahnya masuk kelas IPA.  Kasian banget, anaknya sih rajin, cuma memang kemampuannya bukan di eksakta. Pas ditanya kenapa harus masuk IPA, katanya biar gampang nanti milih jurusan kuliah. Hmmm, alasan yang aneh.

Happy Wedding ke – 44  Bapak Ibu

Kisah Unik Panitia Walimah

IMG_9248

Beberapa kali jadi panitia, ada kisah2 unik yang pernah dialami. Mulai dari “masalah pemisahan ikhwan akhwat” yang kadang memicu “kehangatan” sampe didamprat sama kakaknya mempelai juga pernah.

Cerita 1: Masalah pemisahan

Karena menjodohkan sesama teman, well lebih tepatnya ‘ngompor-ngomporin dua orang teman satu organisasi, maka sayapun diminta “bertanggung-jawab” jadi ketua panitia nikahan mereka. Mereka berdua ini pasangan yang punya asal suku yang berbeda, Betawi dan Ambon, tapi sama-sama tukang ngebanyol, makannya cocok.

Nah, di hari pernikahan sesuai permintaan mempelai, nikahan pun dipisah laki-laki perempuan. Kami pun memasang hijab pembatas antara jamaah laki-laki dan perempuan. Ternyata ada anggota keluarga yang belum terbiasa dan “agak “protes dengan pemisahan yang aneh bagi mereka. Dengan wajah agak kesal, mereka menyingkirkan hijab dan kami pun pasrah. Mau masang lagi ngg berani, hehehe, yah begitulah liku-likunya panitia.

Cerita 2. Jadi Wali Nikah

Di Jepang, jabatan “agak naik” bukan sekedar panitia, tapi kadang jadi saksi. Maklum, ngg ada orang yang lebih ganteng eh lebih tua senior. Nah, suatu saat pernah diminta jadi wali, karena orang tua ybs tidak bisa datang. Wah, pengalaman pertama ini, unik juga.

Peristiwa jadi agak-agak gimana gitu ketika saya salah pengertian dengan pak Ustad yang menjadi semacam penghulu. Beliau ini orang campuran Jepang-Amerika. Saya pikir dia yang akan mewakili saya untuk pernikahan ini, ternyata saya tidak diwakili, jadi kurang siap dengan kata-katanya. Selain itu, perbedaan mahzab belum saya sadari, dan ternyata ngg terlalu formil seperti yang biasa di Indonesia, yang pake salaman. (Baca-baca di rumahfiqih, ternyata memang salaman itu ngg wajib ya, cuma kebiasaan aja). Hmmm, ternyata lebih grogi jadi wali ya daripada jadi pengantin. 😀

Cerita ke 3 : Didamprat Kakaknya Mempelai

Peristiwa di pernikahan ini adalah peristiwa paling ngenes selama jadi panitia. Seperti biasa, karena ngejodohin sesama teman, jadinya saya diminta jadi ketua panitia. Malam harinya bersama teman2 ngecek tempat nikah dan tempat resepsi sambil bantu-bantu sedikit dekorasi. Saya lupa malamnya itu apa banyak kerjaannya, intinya hampir dikatakan ngg bisa tidur semalaman. Alhamdulillahnya acara akad pagi itu berjalan lancar. Nah ngg lama setelah akad, eh ngg diduga saya kena damprat Kakaknya teman saya itu.

” Kamu gimana sih, nyari dimana itu MC? Ngg bagus. ” ujarnya ketus.

Kata-katanya sih sudah lupa, intinya begitu. Ngg tidur terus dimarahi itu rasanya argggggggggg. MC dinikahan itu salah seorang senior di kampus, yang ternyata satu angkatan dengan si Kakak itu. Dan ternyata “katanya”mereka pernah punya hubungan khusus dan putus dengan tidak baik. Lah, mana gw tahu.

Terus itu salah gw? Salah temen-temen gw? wkwkwkw

(banyak undangan bersliweran dari sahabat-sahabat di timeline fb, jadi mau nulis tentang pernikahan).
gambar bukan punya saya, diambil dari http://bluegreensee.blogspot.jp/2016/01/ll-wedding-teams.html

 

 

 



 

Ta’aruf Sekompi

tausiyah_1

Ada masa dimana saya punya teman2 liqo yang luar biasa dekat. Mungkin karena sebagian besar anggota berasal dari alumni SMA yang sama, usia sama atau cuma 2, 3 tahun berbeda ,berkarakter mirip dan sudah bertahun-tahun dalam satu kelompok liqo. Salah satu moto kami waktu itu adalah, murobbi boleh ganti-ganti, tapi kita bersepuluh ini harus tetap bersama.  Saking akrabnya, banyak hal yang tidka lazim kita lakukan bersama, misalnya, kalau ada salah satu dari kita yang sedang “penjajakan” atau ta’aruf dengan calonnya, maka yang ikut adalah semuanya.

Ya, sedikit aneh ya, kalau teman liqo ikutan lamaran, atau ikut bantu2 saat akad atau resepsi mah sudah biasa ya, lah ini ta’aruf aja semua ikutan. Dan biasa, murobiyyah sang akhwat standarnya pasti bingung melihat kedatangan rombongan yang 10 orang itu, ini yang mau taaruf yang mana? Kok rame2 gini, nanti saat tanya jawabnya apa ngg malu ya, jadi banyak yang tahu. Untungnya murobbi kami asyik orangnya (sebenarnya kami ragu, antara asyik atau terpaksa), beliau biasanya senyum-senyum aja mendengar ‘komplain’ dari murobiyyah.

Suatu hari salah seorang dari kami bertaaruf dengan calonnya, dan sebagian besar dari kami pun ikut serta. Namun melihat rumah yang dituju cukup sempit, saya dan beberapa teman mengurungkan niat ikut masuk ke rumah dan memilih menunggu di dalam mobil. Setelah selesai, teman saya yang taaruf tadi dan teman2 yang lain kembali ke mobil dan kami pun pulang. Karena penasaran, saya yang tidak ikut pun bertanya, gimana taaruf hari ini.

Saya : “Eh, gimana tadi, pertanyaan nya susah ya, kok muka ente kayak menyimpan sesuatu?”, tanya saya ke teman yang taaruf. Wajah teman saya ini masih galau gimana gitu

Teman : “Pertanyaan standar sih, alhamdulillah lancar. Tapi…

Saya     : “Tapi apa?”

Teman  : “Tadi kan kita masuk bareng2 yaa, eh saya pas kebagian tempat yang ngg bisa ngelihat wajahnya,” katanya agak-agak sendu

Saya : “Wkkwkwkw, kok bisa?”

Teman : “Ya, kan pas datang, kita main duduk2 aja, ngg menyangka kalau salah posisi begini.”

Saya : “Terus gimana dong?” Ada yang lihat langsung?”, ujar saya sambil memandang teman2 yang lain.

Teman no 2: Ane yang tepat di depan dia, manis kok orangnya, tenang aja,” sambil senyum2 ngg jelas

Saya : “Tuh udah ada testimoni, aman lah. Jadi mungkin ngg jauh lah sama biodata yang ente dapet,” kata saya menenangkan

Teman : Masalahlah, biodata yang kemarin itu fotonya kecil amat, 3 x 4, ngg jelas wajahnya

Saya : Waduh….

Andaikata 15 tahun lalu itu sudah ada facebook, paling ngg friendster lah, masalah ngg jadi rumit begini.

————————

 gambar diambil dari http://saungkertas.com/wp/tentang-penolakan-taaruf/

Tulisan lain tentang ta’aruf

https://luthfiti96.wordpress.com/2014/08/09/taaruf-salah-kostum/

Brexit dan Penaklukan Roma

Sekitar  2 minggu lalu mendarat di Heathrow, saya disambut petugas imigrasi. Seperti biasa petugas menanyakan keperluan apa di Inggris, berapa lama dan menginap di mana.  Pertanyaan sih biasa, namun petugasnya yang tidak biasa,  seorang wanita muda berwajah Pakistan berjilbab.Sayangnya pemeriksaan imigrasi adalah daerah steril foto jadi ngg bisa foto si petugas. Dan petugas imigrasipun ngg cuma satu yang berwajah Pakistan, ada beberapa orang.

Di jalan jalan pun saya menemukan banyak muslimah berjilbab ataupun wajah-wajah Pakistan/Bangladesh yang bersliweran. Dilihat data statistik, ternyata dalam 10 tahun kurun 2001-2011, populasi muslim berkembang dari hanya 3% menjadi sekitar 5%.Dan kita pun tahu bahwa walikota London sekarang adalah Sadiq Khan, seorang Muslim. Hal itu menunjukkan posisi tawar muslim di Inggris dan Eropa cukup kuat.

Prediksi ke depannya pun ternyata menunjukkan bahwa populasi muslim  makin besar. Di Eropa, setiap satu dekade naik 1 % dan PEW Research Center memperkirakan tahn 2030 akan mencapai 8% dari seluruh penduduk Eropa. Tidak itu saja,  rata-rata usia muslim eropa 32 tahun, jauh lebih rendah dari pada penduduk Eropa yaitu 40 tahun.

 

Capture europe.JPG

Muslim di Eropa tahun 2010

 

 

Saya jadi teringat hadist Rasulullah SAW tentang penaklukan Romawi.

Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.
(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

Hmmm, mungkinkah penaklukan Romawi Barat berbeda dengan Romawi Timur. Romawi Timur melalui peperangan, sedangkan Romawi Barat melalui imigrasi? Wallahu’alam bish showab. Jumlah 8% bisa jadi tercapai sebelum 2030 mengingat LGBT yang sangat massive di negara Barat.

Itulah sebabnya UK memilih Exit, bukan karena alasan ekonomi melainkan ketakutan yang berlebihan terhadap imigran muslim.

Capture imigran

 

referensi

5 facts about the Muslim population in Europe

https://www.facebook.com/Channel4News/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

THR bagi Aparatur Sipil Negara

harta halal

Waktu masih kerja jadi general affair di bank XXX , menjelang lebaran gini biasanya ada beberapa aparat pemerintahan berseragam yang datang ke kantor bawa surat minta THR. Aparat yang datang mulai dari Kecamatan, Kelurahan, Kepolisian, Tentara. Kadang ada juga organisasi ” kepemudaan”, saya kasih tanda ” karena lebih ke organisasi preman dari pada pemuda.

Jyah, enak banget ya mereka…. Kalau iseng-iseng ngitung, setiap kantor di daerah Tanah Abang ngasih 200 rb aja, anggaplah sekitar 500 tempat usaha, sudah 1oo juta dapetnya, wow.

Nah, akun biaya buat ngasih THR kan ngg ada ya, emangnya kita bos mereka? Jadilah “ngakalin” dengan masuk ke pos biaya makan siang. Auditor pasti udah ngerti kalau ngeliat pengeluaran makan siang dengan lampiran surat minta THR. Yang jelas kami ngg ikhlas ngasih uang itu, ya mau bagaimana lagi, ngg ngasih takutnya urusan jadi repot

Nah, pas udah jadi aparat berseragam, terkadang mungkin kita akan menemukan THR-THR yang ngg jelas. Dari perusahaan anu, konsultan itu, dari pejabat anu, pejabat itu. Pas ngasih sih bilangnya mereka ikhlas. Yakin ikhlas? Yah tinggal kita ganti posisi aja, kalau jadi mereka, ikhlas ngg ngasih THR buat orang lain, mending untuk pegawai sendiri kan.

Kalau menemukan THR2, maka defaultnya adalah ngg jelas yang berarti tidak bisa dipakai.Kecuali misalnya bagi hasil koperasi yang dibagi sekitar Lebaran, selain itu, ya harus ada curiga-curiga lah.  Semoga Allah memudahkan kita menjemput rejeki kita.

Pengemis dan Songkok Hitam

Assalamu’alaikum brother. Are you Indonesian ? Please help me,  I am student from Palestine and I need some help. I need some money to continue my study here.

Saya orang yang paling males ketemu yang namanya pengemis, even di Indonesia. Kalau berangkat ke kantor naik Busway turun di Kuningan Madya, maka jika nyebrang ke arah gedung Bakrie akan menemui seorang pengemis wanita dengan anak bayinya. Tampangnya meyakinkanalias melas dan tulus banget.Ngg heran banyak sekali para pekerja yang kasihan dan memberi sekedarnya. Untuk hal yang begitu aja saya ngg tergerak, soalnya si pengemis hampir tiap pagi nongkrong di sana dan itu anak bayinya diam aja, ngg rewel. Well, anak saya empat dan termasuk ngg rewel, tapi pastilah ada gerak2nya  juga, masa diam aja. Jangan2 dikasih obat? Ah sudahlah…

Tapi si brother dari Palestine ini meminta di dalam Masjid Rasulullah yang mulia, Masjid Nabawi, masa dia bohong sih?Hmmm…

Mau bilang ngg bawa uang, dompet ada di kantong. Mau bohong, kok ya gimana gitu, ini baru hari pertama tiba di tanah suci dah gitu di masjid Nabi pula.

I am sorry brother, I need to discuss with my wife first. Ngg bohong, tapi menunda jawaban.

Do you have money in your pocket? I accept rupiah also, jawabnya agak kurang sabar.

Hmmm, jawaban saya membuatnya agak marah. Eh, bentar, kenapa dia tahu saya dari Indonesia ya? Oh, peci dari mertua saya berwarna hitam jadi penanda. Pantesan aja,hmm, alhamdulillah kalau gitu, orang Indonesia terkenal pemurah. Pecinya sekarang sudah jarang dipake sih  karena kesempitan. Saya itu berbadan kurus tapi besar kepala, eh berkepala besar, jadi yang dititipin beli peci salah perkiraan.

Kembali lagi, dalam hati berpikir, kalau dia bener mahasiswa yang lagi kesulitan gimana ya? Well, kasih jawaban gantung aja biar menguji dia juga. Kalau dia bener2 mahasiswa yang kesulitan, tentu punya akhlak yang baik.

So brother, can you donate your money? ujarnya makin sabar dengan muka marah. Saya diam saja dan kembali mengatakan ” I am sorry brother, I need to discuss with my wife. Saya menunggu jawaban dari dirinya ” OK brother, I will wait.

Tapi ternyata tidak, muka ramahnya ketika pertama kali memberikan salam menjadi muka marah dan pergi tanpa mengucapkan salam.

Ah, semoga dia benar penipu, dan kalau pun bukan, at least saya tidak berbohong.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rute Saijo Station ke Masjid Hiroshima (How to go to Hiroshima Masjid)

masjid hiroshima

How to go to Hiroshima masjid (Hiroshima Islamic Cultural Center) ? You can click  here direction from google map (using bus from Saijo Station (西条駅, Saijō-eki to 東子, azuma ko ) It cost around 290.

Alhamdulillah Hiroshima telah memiliki masjid sejak tahun 2012 bernama Masjid Al Salam, namun letaknya bukan di Hiroshima, melainkan di Higashi Hiroshima dekat kampus Hiroshima University.

Bagaimana cara ke masjid? Naik apa? Bisa dilihat di google map peta dari Saijo Station (西条駅, Saijō-eki) ke Masjid Al Salam Hiroshima (turun di halte 東子, azuma ko, jalan kaki 2 menit) Klik di sini untuk link google map. Rute itu adalah rute naik bus jurusan Kure Station ( (呉駅, Kure-eki) , biaya sekitar 290 yen.

Untuk jadwal pastinya bisa dicek disini dari Saijo ke Masjid (check yang dilingkari)saijo masjid

Sedangkan dari Masjid ke Saijo disini (updated 30 April 2016)

masjid saijo (2)

Kalau mau naik taksi, ini alamatnya :

イスラーム文化センタ Address: 〒739-0036 Hiroshima-ken, Higashihiroshima-shi, Saijōchō Taguchi, 2786−1 4th-5th floor (atau 広島県東広島市西条町田口2786-1) biaya sekitar 1700 yen.

If you’d like to go by taxi from Saijo Station, you can inform the address above to the taxi driver and it will cost around 1700 yen.

What about masjid near Hiroshima city? We have a musholla in Hiroshima city, the location is

Takei Bld. Room Number 301

2-7-23 Kasumi, Minami-ku, Hiroshima-shi, Hiroshima-ken
Japan 734-0037

〒734-0037 広島県広島市南区霞2-7-23 武井ビル301号室

you can check the location here (google map)

 

 

 

 

Gambar masjid diambil dari https://goo.gl/KZb9sW

 

However, if you’d like to pray near Hiroshima city, you can reach Hiroshima Musholla in here and we also perform Friday Prayer.

 

 

 

Ulang Tahun Hilwa

piagam12901527_10205098052170806_3873142726694532602_o

 

Hilwa chan, hari ini genap 8 tahun, alhamdulillah…

Lahir dengan muka pucat, Hb cuma 5.5 dan berulang diusia 7 bulan. Bolak balik ke spesialis anak, klinik tumbuh kembang sampai periksa thalasemia di RSCM. Sedih kalau inget harus bolak balik ambil sample darah. Kami telah bersiap bila ia menjadi slow learner karena keadaannya.

Alhamdulillah doa melalui namanya, Hilwa (Manis(nya) Tsabita(berpegang teguh)  Millati ((pada) agama)), Hilwa tumbuh sehat dan selalu bersemangat. Dan kenaikan dari kelas 1 ke kelas 2 April ini, Hilwa dapat penghargaan, alhamdulillah. Nilai bahasa Jepangnya pun perfect 100, yang juga berarti lebih tinggi dari orang Jepang itu sendiri. Pafekto kata senseinya.

Semangat terus ya Ka, terus menginspirasi kami semua. Maafkan tidak ada kue dan hadiah dalam setiap ulang tahunmu, karena sejatinya usia kita berkurang otomatis, tidak ada istimewanya…

Ya Allah, kami mencintanya, Cintailah dia dan orang-orang yang mencintainya….